TOPMEDIA-Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya begal, di sejumlah jalur rawan.
Beberapa wilayah diidentifikasi memiliki risiko lebih tinggi karena faktor minim penerangan, sepi aktivitas, hingga kondisi jalan yang kurang terpantau.
Berdasarkan pemetaan dari berbagai kepolisian daerah, titik rawan begal umumnya berada di jalur alternatif, jalan lintas provinsi, hingga kawasan perbatasan yang jauh dari pengawasan intensif.
Di wilayah Jawa Barat, jalur selatan seperti daerah Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut kerap menjadi perhatian karena kondisi jalan yang berliku dan minim penerangan di malam hari.
Selain itu, beberapa titik di jalur Pantura juga tetap diwaspadai, terutama di area yang jauh dari permukiman.
Sementara itu, di Jawa Tengah, jalur alternatif di daerah Brebes, Tegal, hingga Banyumas dilaporkan memiliki potensi kerawanan, khususnya pada malam hingga dini hari. Polisi mengimbau pemudik agar tidak melintas sendirian di jalur sepi.
Untuk wilayah Jawa Timur, beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain jalur hutan di kawasan Situbondo–Banyuwangi, jalur Pantura Probolinggo, serta akses menuju daerah Tapal Kuda.
Kondisi jalan yang panjang dan relatif sepi menjadi faktor utama kerawanan.
Di luar Pulau Jawa, wilayah Sumatera Selatan dan Lampung juga masuk dalam pemetaan daerah rawan, terutama di jalur lintas Sumatera yang melintasi area perkebunan dan hutan.
Pihak Kepolisian Republik Indonesia menegaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari peningkatan patroli, pendirian pos pengamanan, hingga koordinasi lintas wilayah.
Namun, peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan selama perjalanan mudik.
Pemudik disarankan untuk memilih jalur utama yang ramai, menghindari perjalanan larut malam, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selain itu, penting untuk tidak berhenti di tempat sepi dan selalu menjaga barang bawaan.
Jika merasa dalam kondisi darurat atau menemukan hal mencurigakan, masyarakat diimbau segera menghubungi pihak kepolisian terdekat atau memanfaatkan layanan darurat yang tersedia.
Dengan kewaspadaan dan persiapan matang, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga sampai ke kampung halaman.



















