Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Tak Selalu Serentak, Ini Penyebab Lebaran Indonesia dan Arab Saudi Berbeda

×

Tak Selalu Serentak, Ini Penyebab Lebaran Indonesia dan Arab Saudi Berbeda

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Menjelang berakhirnya Ramadan, umat Islam di berbagai belahan dunia selalu menanti kepastian hari raya Idulfitri. Namun, tidak jarang penetapan Lebaran di Indonesia berbeda dengan yang diumumkan di Arab Saudi. Perbedaan ini sebenarnya sudah sering terjadi dan bukan hal baru, meski kerap memicu perbincangan di tengah masyarakat.

Jika ditinjau secara ilmiah, penentuan awal Syawal tidak sesederhana menentukan siapa yang benar atau keliru. Ada sejumlah faktor yang memengaruhi, mulai dari posisi bulan, metode pengamatan hilal, hingga standar yang digunakan masing-masing negara. Berikut beberapa alasan utama mengapa Indonesia dan Arab Saudi bisa berbeda dalam menetapkan Lebaran.

HALAL BERKAH

Pertama, faktor letak geografis. Indonesia berada lebih ke timur dibandingkan Arab Saudi, sehingga waktu terbenamnya matahari dan posisi bulan relatif berbeda. Hilal hanya dapat diamati setelah matahari terbenam. Bisa saja saat senja di Arab Saudi, posisi bulan sudah cukup tinggi untuk terlihat. Namun, ketika waktu magrib tiba di Indonesia beberapa jam kemudian, bulan justru sudah terlalu rendah atau bahkan telah terbenam lebih dulu. Perbedaan posisi ini membuat peluang terlihatnya hilal tidak sama di setiap wilayah.

Baca Juga:  PDIP Klaim: Rp 223,5 Triliun untuk MBG Diambil dari Pos Pendidikan di APBN

Kedua, adanya perbedaan kriteria visibilitas hilal. Indonesia menggunakan standar yang disepakati negara-negara MABIMS, yaitu hilal dianggap mungkin terlihat jika berada pada ketinggian minimal 3 derajat dan memiliki jarak sudut tertentu dari matahari. Standar ini dipakai dalam sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sementara itu, beberapa negara lain, termasuk Arab Saudi, memiliki kriteria yang berbeda dan dalam beberapa kasus lebih longgar atau bergantung pada laporan pengamatan langsung.

Ketiga, kondisi atmosfer dan cuaca juga berpengaruh besar. Hilal merupakan objek yang sangat tipis dan redup, sehingga mudah terganggu oleh kabut, awan, debu, maupun polusi udara. Perbedaan kondisi langit antara Indonesia dan Arab Saudi membuat kemungkinan melihat hilal bisa berbeda, meskipun secara posisi astronomi sebenarnya memungkinkan.

Baca Juga:  Harga Cabai di Jawa Timur Terus Meroket, Ini Penyebabnya

Keempat, metode penentuan kalender Hijriah yang digunakan. Secara umum ada dua pendekatan, yaitu rukyat (pengamatan langsung) dan hisab (perhitungan astronomi). Di Indonesia, keduanya digunakan secara bersamaan. Data perhitungan dipakai untuk memprediksi posisi bulan, lalu hasilnya dikonfirmasi melalui pengamatan di lapangan. Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif karena menggabungkan teori dan bukti empiris.

Kelima, perbedaan dalam sistem penetapan kalender. Arab Saudi memiliki otoritas sendiri dalam menentukan awal bulan Hijriah, terutama untuk kepentingan ibadah di wilayahnya. Sementara Indonesia menetapkan keputusan melalui sidang isbat nasional yang mempertimbangkan laporan dari berbagai titik pemantauan. Perbedaan mekanisme ini membuat hasil akhirnya tidak selalu sama, walaupun fenomena bulan yang diamati sebenarnya serupa.

Baca Juga:  Teleponan dengan Prabowo, Putra Mahkota Arab Saudi Berencana Bangun Kampung Indonesia

Secara keseluruhan, perbedaan hari Lebaran antara Indonesia dan Arab Saudi merupakan hasil dari kombinasi banyak faktor, mulai dari letak geografis, kondisi langit, hingga metode dan standar yang digunakan. Fenomena hilal sendiri memang sangat sensitif dan tidak mudah diamati, sehingga wajar jika dua wilayah yang berjauhan bisa menghasilkan keputusan yang berbeda.

Pada akhirnya, baik metode rukyat maupun hisab memiliki tujuan yang sama, yaitu membaca tanda alam berupa munculnya bulan sabit pertama. Meski tipis dan sulit terlihat, hilal menjadi penanda penting yang dinantikan jutaan umat Muslim sebagai simbol datangnya hari kemenangan. (*)

TEMANISHA.COM