Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Antisipasi Dampak Krisis Global, Pola Konsumsi BBM Pemerintah Perlu Dievaluasi

×

Antisipasi Dampak Krisis Global, Pola Konsumsi BBM Pemerintah Perlu Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi mobil antre isi BBM. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengambil langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian ekonomi global dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menegaskan bahwa efisiensi energi di lingkungan pemerintahan menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga stabilitas fiskal daerah.

HALAL BERKAH

“Ada berbagai aspek terkait BBM secara birokrasi, apakah kita melakukan belanja langsung atau tidak langsung, serta bagaimana pola kerja ini bisa dikaitkan dengan tingkat konsumsi BBM,” ujar Emil, Rabu (18/3/2026).

Menurut Emil, evaluasi ini mencakup mekanisme belanja BBM, pola kerja aparatur, hingga program operasional yang berpengaruh terhadap tingkat konsumsi energi.

Tujuannya adalah mendukung kebijakan nasional dalam menekan konsumsi BBM sekaligus mengantisipasi kemungkinan penyesuaian harga yang dapat berdampak pada struktur anggaran daerah.

Baca Juga:  Rasisme Setara Pandemi, Tak Pernah Hilang di Indonesia

“Kalau terjadi penyesuaian harga karena dampak global, maka akan dibutuhkan rekonfigurasi anggaran. Ini yang harus kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.

Emil mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim telah mulai melakukan simulasi dan analisis intensif berbasis data.

“Ini baru saja diumumkan, jadi kita langsung mulai kerja. Salah satu yang bisa dilakukan secara daring karena sifatnya analitik, sehingga prosesnya lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa kondisi Jawa Timur saat ini masih relatif kondusif meski dunia tengah dilanda ketegangan geopolitik.

“Sejauh ini kita syukuri situasi masih kondusif. Tapi kita tidak boleh lengah, tidak boleh terlena. Itu sebabnya langkah proaktif ini kita ambil,” pungkas Emil.

Baca Juga:  45 Ribu Warga Surabaya Dinonaktifkan dari BPJS PBI, Layanan Kesehatan Tetap Dijamin

Ketegangan di Timur Tengah dan fluktuasi harga energi global menjadi faktor utama yang mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi konsumsi BBM.

Dengan langkah ini, Pemprov Jatim berharap dapat menjaga efisiensi anggaran sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa terganggu oleh dinamika global.

Emil menegaskan bahwa langkah proaktif ini penting agar Jawa Timur tetap siap menghadapi dampak krisis global.

Dengan analisis berbasis data dan koordinasi lintas sektor, Pemprov Jatim berupaya memastikan kebijakan energi dan anggaran tetap adaptif terhadap perubahan global. (*)

TEMANISHA.COM