TOPMEDIA – Tradisi mudik dan Lebaran bagi tim medis RSUD dr Soetomo Surabaya adalah periode kesiagaan penuh. Rumah sakit rujukan terbesar di Indonesia Timur tersebut memastikan pintu instalasi gawat darurat (IGD) tetap terbuka lebar dan didukung oleh ribuan tenaga medis yang siap berjaga 24 jam saat warga lain bersilaturahmi.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 7.081 tenaga kesehatan (nakes) disiagakan untuk mengawal masa libur panjang Idul Fitri. Mulai dari dokter subspesialis, spesialis, perawat, hingga petugas administrasi dan kasir, semuanya masuk dalam skema jadwal piket onsite maupun on-call.
Ada fakta menarik sekaligus peringatan bagi masyarakat. Direktur RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengungkapkan bahwa berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pasien di rumah sakit justru bukan didominasi oleh penyebab kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
“Kasus terbanyak justru penyakit metabolik dan non-kecelakaan. Ini sering kali dipicu oleh perubahan pola hidup dan pola makan yang drastis saat Lebaran,” kata Prof. Cita, Senin (16/3).
Istilah “balas dendam” setelah sebulan berpuasa sering kali berujung petaka bagi kesehatan. Beberapa penyakit yang menghantui meja IGD saat Lebaran antara lain hipertensi dan diabetes akibat konsumsi makanan terlalu asin atau manis secara tidak terkontrol.
Kemudian gangguan gastrointestinal, yakni diare dan muntah karena makanan yang tidak higienis atau kedaluwarsa. Selain itu yang sering terjadi adalah kelainan darah dan gangguan elektrolit.
Selain kesiapan SDM, manajemen rumah sakit milik Pemprov Jatim ini juga memperkuat logistik medis. Stok obat-obatan, alat kesehatan, hingga ketersediaan kantong darah dipastikan aman untuk mencukupi kebutuhan darurat maupun pasien rutin.
Bagi pasien dengan penyakit kronis, Prof. Cita mengimbau agar tidak perlu khawatir kehabisan stok obat selama apotek atau poli tutup.
“Kami sudah melakukan langkah preventif. Pasien dibekali obat yang cukup sampai masa liburan usai. Namun, jika ada kondisi darurat di tengah liburan, layanan pengambilan obat tetap kami siapkan,” tambahnya.
Untuk urusan rawat inap, RSUD dr Soetomo tidak melakukan pengurangan kapasitas. Sebanyak 1.188 tempat tidur tetap disiagakan. Bahkan, pihak rumah sakit memiliki skema ekspansi kapasitas jika terjadi lonjakan pasien yang tidak terduga.
“Sistem rujukan terpadu tetap berjalan. Intinya, kami ingin masyarakat merasa tenang. Jika terjadi kondisi darurat, IGD kami siap melayani kapan saja,” pungkas Prof. Cita.
Dengan kesiapan ini, warga Surabaya dan sekitarnya diharapkan tetap bijak dalam menjaga pola makan di tengah euforia Lebaran agar tidak perlu mampir ke rumah sakit. (*)



















