TOPMEDIA – Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran global terhadap keselamatan transportasi udara.
Meski begitu, bagi para jemaah umrah asal Jawa Timur, jalan menuju Baitullah dipastikan tetap terbuka. Hingga kemarin (4/3), aktivitas penerbangan jemaah umrah dilaporkan tetap berjalan, meski dengan sejumlah penyesuaian teknis yang ketat.
Pihak maskapai bergerak cepat untuk menjamin keselamatan penumpang. Maskapai Saudi Arabia Airlines (Saudia), misalnya, memastikan operasional mereka tidak terhenti. Namun, demi menghindari hujan serangan udara di wilayah konflik, manajemen melakukan perombakan rute penerbangan secara dinamis.
Manager Operasional Saudi Arabia Airlines Surabaya-Bali, Yusuf Rahmani, mengungkapkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas mutlak. Penyesuaian rute menjadi langkah mitigasi utama di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
“Alhamdulillah sampai saat ini penerbangan Saudia untuk umrah masih berjalan normal. Pastinya ada perubahan rute untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Yusuf saat dikonfirmasi di Surabaya.
Meski penerbangan ke tanah suci relatif aman, Yusuf tidak menampik adanya dampak sistemik di wilayah sekitarnya. Sejak pecahnya konflik pada Sabtu lalu, beberapa destinasi sempat mengalami penundaan hingga pembatalan (cancel flight). Wilayah seperti Amman, Kuwait, Dubai, Doha, hingga Moskow sempat ditangguhkan sambil menunggu pembaruan situasi keamanan dari otoritas terkait.
Kabar baik juga datang dari Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur. Plt Kakanwil Kemenhaj Jatim, Mohammad As’adul Anam, menegaskan bahwa ribuan jemaah asal Jatim yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang dalam perjalanan pulang terpantau dalam kondisi aman.
Anam menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak maskapai untuk memantau pergerakan pesawat.
Menurutnya, skema penerbangan langsung (direct flight) menjadi salah satu faktor yang memudahkan kepulangan jemaah tanpa harus terjebak transit di wilayah yang berisiko tinggi.
“Saya pikir jemaah tidak tertahan, masih bisa pulang ke tanah air. Penerbangan yang direct masih beroperasi, meskipun tentu tetap membutuhkan pertimbangan matang dari pihak maskapai terkait kondisi terkini,” papar Anam.
Meski situasi di dalam Arab Saudi relatif stabil bagi para peziarah, otoritas mengimbau jemaah dan penyelenggara perjalanan umrah (PPIU) untuk tetap waspada dan proaktif memperbarui informasi. Pemerintah memastikan akan terus mengawal keamanan warga negara Indonesia hingga mendarat kembali di tanah air.
Hingga berita ini diturunkan, jadwal keberangkatan dari Bandara Internasional Juanda menuju Jeddah maupun Madinah terpantau masih sesuai slot yang tersedia, dengan pengawasan ketat terhadap perkembangan ruang udara di kawasan Timur Tengah. (*)



















