Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Akui Buta Skema Pengadaan

×

Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Akui Buta Skema Pengadaan

Sebarkan artikel ini
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat masih menjadi pedangdut. (Foto: Youtube)
toplegal

TOPMEDIA – Usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Pekalongan berkata di depan penyidik KPK bahwa dirinya tidak tahu menahu birokrasi dan skema pengadaan barang dan jasa.

KPK mengungkapkan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAR) mengklaim tidak mengetahui aturan pengadaan, sebab FAR secara terang menyebut dirinya sebagai mantan penyanyi dangdut atau pedangdut saat diperiksa penyidik.

HALAL BERKAH

“Dalam pemeriksaan intensif yang dilakukan, FAR menerangkan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai musisi, bukan seorang birokrat. Ini yang disampaikan oleh saudari FAR,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3).

Asep mengatakan keterangan penyanyi lagu ‘Cik Cik Bum Bum‘ tersebut bertentangan dengan asas presumptio iures de iure atau teori fiksi hukum.

Baca Juga:  Rama Duwaji: Seniman Cerdas di Balik Kemenangan Besar Zohran

“FAR adalah seorang bupati atau penyelenggara negara selama dua periode, serta satu kali menjabat sebagai Wakil Bupati periode 2011-2016, sehingga sudah semestinya FAR memahami pelaksanaan prinsip-prinsip good governance pada pemerintah daerah,” katanya.

Kepada KPK, Fadia mengklaim sejatinya dirinya bukanlah sebagai seorang birokrat dan tidak memahami hukum serta tata kelola pemerintahan daerah. Fadia juga mengklaim urusan teknis birokrasi diserahkan ke Sekretaris Daerah (Sekda).

“Saudari FAR tidak memahami hukum dan tata kelola pemerintahan daerah. FAR mengaku urusan teknis birokrasi diserahkan kepada Sekretaris Daerah, sementara dirinya lebih banyak menjalankan fungsi seremonial di lingkungan Kabupaten Pekalongan,” kata Asep.

Kemudian, sebelumnya ada 3 Maret 2026, KPK mengumumkan melakukan rangkaian tangkap tangan pada bulan Ramadhan sekaligus merupakan OTT ketujuh pada tahun ini.

Baca Juga:  Uya Kuya Bagikan Momen Bahagia Wisuda S2

KPK mengatakan menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

KPK kemudian mengumumkan telah menangkap 11 orang lain dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Pada 4 Maret 2026, KPK menetapkan Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal pada kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023-2026. (*)

TEMANISHA.COM