Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Di Tengah Kritik Medsos, Hasil Riset Buktikan Manfaat Nyata Program MBG

×

Di Tengah Kritik Medsos, Hasil Riset Buktikan Manfaat Nyata Program MBG

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto telah memasuki tahun pertama pelaksanaannya. Sepanjang perjalanannya, program ini kerap menjadi perbincangan di media sosial, terutama terkait kualitas gizi dan pelaksanaannya. Namun, sejumlah penelitian terbaru justru menunjukkan hasil yang berbeda dari kritik yang beredar.

Kajian yang dilakukan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menemukan bahwa MBG membawa dampak positif terhadap pola makan anak-anak. Dari survei terhadap 1.800 orang tua, sekitar 80 persen responden mengaku anak mereka kini lebih terbiasa mengonsumsi makanan bernutrisi secara rutin.

HALAL BERKAH

Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, menyebut program tersebut memberi rasa tenang bagi keluarga, khususnya dari kalangan prasejahtera. Ia juga menyoroti perubahan kebiasaan makan anak, termasuk berkurangnya sikap pilih-pilih makanan. Berdasarkan survei, 55 persen orang tua menilai anak mereka tidak lagi menjadi picky eater setelah adanya MBG. Orang tua merasa lebih yakin karena anak memperoleh asupan gizi yang terjamin di sekolah.

Baca Juga:  Pemkot Surabaya Matangkan Usulan Pembangunan Rusun ke Kementerian PKP, Siapkan Lahan dan Skema Pengelolaan

Pandangan positif juga datang dari kalangan medis. Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD-KPsi, menilai penyajian menu yang bervariasi setiap hari efektif membentuk kebiasaan makan sehat sejak usia dini. Menurutnya, persoalan gizi tidak hanya dialami masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga kelompok ekonomi menengah ke atas yang kerap keliru dalam memilih asupan makanan. Ia menilai intervensi seperti MBG merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kondisi tersebut.

Dampak program ini turut tercatat dalam penelitian Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia. Hasilnya menunjukkan 66,4 persen siswa merasa lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Asupan gizi yang memadai dinilai berpengaruh terhadap peningkatan fokus dan motivasi di kelas.

Baca Juga:  Program Makan Bergizi Gratis Berdayakan 46 Ribu UMKM dan Serap 780 Ribu Tenaga Kerja

Kepala SD Negeri 24 Rufei Kota Sorong, Sientje Martentji Ajomi, mengungkapkan perubahan perilaku murid-muridnya sejak program berjalan. Ia melihat anak-anak menjadi lebih aktif, ceria, dan lebih mudah berkonsentrasi saat pembelajaran berlangsung.

Temuan dari berbagai penelitian tersebut menjadi penyeimbang terhadap berbagai kritik yang beredar. Dengan skor persepsi 4,30 dari kelompok sosial ekonomi rendah, MBG dinilai berperan penting dalam membantu mengurangi kesenjangan pemenuhan gizi di Indonesia. (*)

TEMANISHA.COM