TOPMEDIA – Delegasi Republik Islam Pakistan melakukan kunjungan resmi ke Istana Merdeka, Jakarta, untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis sore itu membahas penguatan hubungan bilateral di sejumlah sektor strategis.
Melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, dijelaskan bahwa pertemuan pada 12 Februari 2026 tersebut menyoroti upaya mempererat kemitraan, termasuk di bidang investasi serta kerja sama multilateral.
Usai pertemuan, Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menekankan bahwa hubungan kedua negara memiliki akar sejarah yang panjang, bahkan sudah terjalin sebelum masing-masing memproklamasikan kemerdekaan.
“Pakistan dan Indonesia adalah dua negara bersaudara. Secara historis, kita telah menjalin hubungan bilateral yang sangat baik. Dan saya sangat senang mengatakan bahwa hubungan antara kedua bangsa kita ini telah ada bahkan sebelum kemerdekaan kedua negara kita,” ujar Zahid, Kamis (13/2/2026).
Menurutnya, kolaborasi antara Islamabad dan Jakarta selama ini berjalan erat di berbagai bidang penting. Dalam beberapa bulan terakhir, intensitas hubungan tersebut dinilai semakin menguat.
Ia menyinggung kunjungan Presiden Prabowo ke Pakistan pada bulan sebelumnya sebagai momen krusial dalam perjalanan hubungan kedua negara. “Bulan lalu, ketika Presiden Indonesia, Yang Mulia Prabowo Subianto mengunjungi Pakistan, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah titik balik yang signifikan dalam hubungan bilateral kita yang sudah sangat baik,” katanya.
Zahid juga memaparkan meningkatnya pertukaran kunjungan pejabat tinggi kedua negara. Beberapa di antaranya adalah Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, hingga Menteri Kesehatan Pakistan yang sempat datang ke Jakarta.
“Dan kita akan segera mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia,” ujar Zahid.
Dalam konteks geopolitik serta peran di dunia Islam, Zahid menilai kerja sama kedua negara sangat strategis mengingat Indonesia dan Pakistan mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim global. Ia memastikan kolaborasi di sektor pertahanan juga terus berjalan dan akan diperkuat.

“Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, Pakistan dan Indonesia memiliki kerja sama yang sangat baik di semua bidang, termasuk kolaborasi sektor pertahanan. Kami telah melatih Perwira Angkatan Bersenjata Indonesia dan kami akan terus meningkatkan kolaborasi sektor pertahanan bilateral kami,” kata Zahid.
Selain itu, Pakistan juga menaruh harapan besar terhadap kontribusi Indonesia dalam forum Developing Eight (D8). Zahid menegaskan kesiapan negaranya untuk mendukung pelaksanaan KTT D8 yang akan digelar di Indonesia.
“Dan kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, dan juga untuk kesuksesan D8 sebagai organisasi kerja sama di antara delapan negara berkembang,” tuturnya. (*)



















