Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Penitipan Anak bagi Pengemudi Ojol Perempuan

×

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Penitipan Anak bagi Pengemudi Ojol Perempuan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan saat berbincang dengan pengemudi ojol di Polrestabes Surabaya. (Foto: Istimewa) 
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memperkuat kolaborasi dalam perlindungan anak dan perempuan seiring dengan resmi dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau pelaksanaan Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya, Jumat (23/1/2026).

HALAL BERKAH

Eri Cahyadi mengatakan, pembentukan Satres PPA-PPO menjadi langkah penting untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” ujar Eri.

Ia menjelaskan, Pemkot Surabaya juga memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja karena berisiko membahayakan keselamatan anak di jalan.

Baca Juga:  Gelar Simulasi Penanganan Bencana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

“Kita juga punya program agar perempuan-perempuan yang ojol, kami bisa berikan bantuan agar anaknya tidak diajak untuk bekerja,” jelasnya.

Program tersebut berawal dari temuan seorang pengemudi ojol yang membawa anaknya saat bekerja.

“Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver Ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan.

“Ketika mengajak putranya, maka kita berkoordinasi, anak ini tadi saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” katanya.

Pemkot Surabaya kemudian memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak kepada ojol tersebut.

Baca Juga:  Kesepakatan RI-AS: Peluang Ekspor Meningkat, Privasi Warga Dipertaruhkan?

“Anaknya umur 4 tahun. Alhamdulillah kita sekolahkan di PAUDnya pemerintah kota, yang kita juga ada penitipan,” ujarnya.

Ke depan, pemkot akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” katanya.

Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak khusus bagi para pengemudi ojol perempuan dengan tujuan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.

“Pemerintah kota akan berkolaborasi untuk itu, baik sekolahnya maupun penitipan anaknya. Sehingga anak ini akan merasakan kenyamanan dan ketenangan dan tidak bahaya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kebut Proyek Drainase, Target Rampung Akhir November untuk Antisipasi Puncak Musim Hujan

Ia pun menyampaikan apresiasi dan selamat kepada Polrestabes Surabaya atas pelantikan Kasat PPA-PPO yang baru.

“Saya matur nuwun (terima kasih) Pak Kapolres, karena hari ini baru dilantik Kasat-nya. Semoga dengan (Satres) perempuan dan anak ini, akan ada perlindungan anak dan perempuan lebih masif di Kota Surabaya,” harapnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO yang baru dibentuk.

“Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM