TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat kinerja positif sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Pahlawan mencapai 25.487.271 kunjungan, dengan dominasi kuat wisatawan nusantara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Herry Purwadi, menyampaikan bahwa pasar domestik masih menjadi penopang utama pariwisata daerah.
“Sekitar 87,8 persen dari total kunjungan merupakan wisatawan nusantara. Ini menunjukkan mobilitas masyarakat dalam negeri terus meningkat dan menjadi fondasi penting bagi pariwisata Surabaya,” ujar Herry, Rabu (21/1/2026).
Sejumlah destinasi unggulan tercatat menjadi magnet utama wisatawan sepanjang 2025, di antaranya Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, serta Kawasan Kota Lama Surabaya.
Selain destinasi, berbagai agenda berskala besar juga memberikan kontribusi signifikan, seperti Surabaya Vaganza dan rangkaian konser di Surabaya Expo Center (SUBEC).
Herry menjelaskan, lonjakan kunjungan wisatawan tidak terlepas dari strategi Pemkot Surabaya dalam memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan brand awareness lewat promosi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah penyelenggaraan lomba perancangan identitas visual “Surabaya City of Heroes” sebagai bagian dari rebranding wajah kota.
Strategi ini diperkuat dengan pengoperasian Bus Wisata Surabaya Sightseeing and City Tour (SSCT), penyelenggaraan event di berbagai destinasi, serta peluncuran Surabaya Event Calendar yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Selain itu, Disbudporapar Surabaya juga menggencarkan program kolaboratif, seperti bundling event dan city tour bersama hotel, program Museum Goes to School, Heroic Track, hingga berbagai kegiatan edukatif lainnya.
Program Surabaya Holiday Super Sale (SHSS) turut digelar untuk mendorong wisata belanja dengan melibatkan pelaku usaha, hotel, restoran, agen perjalanan daring, dan pengelola destinasi.
Tak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memfasilitasi kedatangan kapal pesiar, menggelar familiarization trip bagi influencer serta pelaku industri pariwisata internasional, termasuk travel agent dari China Southern Airlines.
Promosi pariwisata juga diperkuat melalui city tour dalam agenda nasional seperti Munas APEKSI yang diikuti delegasi dari 98 kota dan kabupaten di Indonesia.
Strategi promosi diperluas melalui kegiatan tabletop ke sejumlah kota potensial seperti Makassar dan Bandung, serta kolaborasi media sosial dengan influencer pada event besar, seperti Surabaya Vaganza dan Festival Rujak Uleg.
Berbagai langkah ini dinilai efektif dalam memperkuat citra Surabaya sebagai destinasi wisata yang aktif, kolaboratif, dan kompetitif.
Memasuki tahun 2026, Disbudporapar Kota Surabaya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga sekaligus meningkatkan tren positif tersebut.
Fokus pengembangan diarahkan pada wisata berbasis budaya dan sejarah, penguatan kolaborasi dengan stakeholder pariwisata, serta optimalisasi media digital.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas destinasi, menyelenggarakan event berkelanjutan, serta memperkuat promosi dan pemasaran pariwisata di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Herry.

















