Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Seleksi Pesepakbola Putri, Sosok Legenda Persebaya Terlibat, Siapa Dia?

×

Seleksi Pesepakbola Putri, Sosok Legenda Persebaya Terlibat, Siapa Dia?

Sebarkan artikel ini
Jackson F. Thiago. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Sepak bola putri Indonesia memang masih jauh dari harapan. Kendati demikian, upaya pengentasan sepak bola kaum hawa ini terus dilakukan.

MilkLife Soccer Challenge Tangerang & Semarang Seri 2 2025 – 2026 barus saja tuntas. Perhelatan itu sekaligus menandai kehadiran Jacksen F. Tiago.

HALAL BERKAH

Soccer Challenge Tangerang Seri 2 2025 – 2026 berlangsung di Lapangan Kera Sakti BRIN Puspitek. Seri Semarang digelar di Lapangan Sidodadi dan Lapangan Arhanud. Keduanya tersaji pada 13 sampai 18 Januari.

Dalam seleksi ini, SDN Pinang 3 C menjadi juara di Kategori Usia (KU) 10 seri Tangerang dan SDN Kunciran 4 C juara di KU 12. Pada seri Semarang, SDN Klepu 03 juara pada KU 10 dan SDN Sendangmulyo 04 kampiun KU 12.

Baca Juga:  Indonesia Rilis Jersey Sea Games Bernuansa Alam Indonesia untuk Sumatera

Legenda Persebaya menjadi sosok baru dalam talent scouting. Jacksen F. Tiago menjadi Head Coach MilkLife Soccer Challenge. Dia menjadi duet bagi Timo Scheunemann yang lebih dulu di sana.

“Ini sebagai langkah awal mereka menjadi pesepakbola profesional. Terus yang kedua, untuk mereka mencapai level timnas Indonesia, ini adalah jalurnya,” kata Jacksen, yang pernah sukses menukangi Persipura Jayapura, dalam keterangan persnya.

“Sehingga saya rasa bukan penting, tapi sangat luar biasa penting karena ini boleh dikatakan salah satu wadah yang ada bagi atlet muda putri. Tiga sampai empat tahun ke depan wajah-wajah ini yang akan kita lihat memakai baju merah putih,” sambungnya.

Jacksen bukan nama baru di sepak bola Indonesia. Ayahanda Hugo Samir ini punya rekam jejak sebagai pelatih Timnas Indonesia putra pada 2013.

Baca Juga:  Resmi, Persebaya Siap Arungi I-League Musim 2015/2016

Dia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara melatih atlet putra dan putri, terutama dari aspek psikologis.

“Saya rasa perbedaan yang paling mencolok itu adalah pendekatan psikologisnya, karena siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen. (*)

TEMANISHA.COM