Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Benarkah Isi BBM Siang Hari Dapat Lebih Sedikit, Begini Perhitungan Pakar

×

Benarkah Isi BBM Siang Hari Dapat Lebih Sedikit, Begini Perhitungan Pakar

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Anggapan bahwa mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada siang hari membuat jumlah yang diterima lebih sedikit dibanding malam hari kembali diluruskan oleh pakar dari IPB University.

Dosen Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr Leopold Oscar Nelwan, STP, MSi, menjelaskan bahwa secara ilmiah memang terdapat perbedaan volume BBM akibat pengaruh suhu.

HALAL BERKAH

Namun, perbedaan tersebut sangat kecil dan tidak berdampak signifikan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.

“Perbedaan itu ada, tetapi sangat kecil dan praktis tidak terasa untuk pemakaian harian,” ujar Leopold, Kamis (8/1/2026).

Leopold menerangkan bahwa BBM seperti bensin dan solar memiliki sifat fisika berupa pemuaian ketika suhu meningkat.

Saat suhu naik, volume BBM sedikit bertambah, sementara massa dan kandungan energi totalnya tetap sama.

Baca Juga:  Aksi Sweeping Masih Terjadi di Malang, Suporter Surabaya Balas dengan Pesan Damai

“Ini sifat alami fluida. Ketika suhu meningkat, volumenya bertambah, tetapi energi yang terkandung tidak berubah,” jelasnya.

Menurut dia, besarnya pemuaian BBM dapat dihitung melalui koefisien muai volumetrik.

Untuk bensin, nilainya berada di kisaran 0,00095 hingga 0,0011 per derajat Celsius. Sementara itu, solar memiliki koefisien muai yang lebih kecil, yakni sekitar 0,0007 hingga 0,0009 per derajat Celsius.

Sistem penjualan BBM di tingkat konsumen saat ini masih berbasis volume, bukan massa. Secara teori, hal ini memang memungkinkan suhu memengaruhi volume BBM yang diterima konsumen.

Pada rantai pasok hulu, lanjut Leopold, volume BBM biasanya telah dikoreksi pada suhu standar internasional, yakni 15 derajat Celsius. Namun, koreksi suhu tersebut belum menjadi kewajiban pada tingkat hilir atau SPBU.

Baca Juga:  AI di Antara Simpangan Hak Kekayaan Intelektual

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengaruh suhu lingkungan di SPBU relatif kecil. Tangki penyimpanan BBM umumnya berada di bawah tanah dan dirancang dengan perlindungan tertentu sehingga fluktuasi suhu tidak ekstrem.

Sebagai gambaran, Leopold menyebutkan bahwa pengisian 40 liter bensin pada siang hari dengan suhu BBM sekitar dua hingga tiga derajat Celsius lebih tinggi dibanding malam hari hanya menghasilkan selisih volume kurang dari 0,1 liter.

“Untuk solar, selisihnya bahkan lebih kecil lagi,” tukasnya.

Dalam praktik berkendara, selisih tersebut setara dengan jarak tempuh beberapa kilometer dan sangat dipengaruhi faktor lain, seperti gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta kondisi kendaraan.

Karena itu, Leopold menyarankan masyarakat tidak perlu mengatur waktu khusus hanya untuk mengisi BBM. Menurut dia, kenyamanan dan kebutuhan perjalanan jauh lebih penting.

Baca Juga:  Impor BBM Kolaborasi Pertamina dan Swasta Dimulai, Pasokan Nasional Dijamin Aman

“Kalau sengaja keluar malam hanya untuk mengisi bensin, bisa jadi BBM yang terpakai di jalan justru lebih banyak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara fisika kandungan energi per liter BBM bisa sedikit berubah akibat suhu, perbedaan tersebut bersifat alami dan tidak merugikan konsumen secara nyata. (*)

TEMANISHA.COM