TOPMEDIA, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Jawa Timur.
Imbauan ini disampaikan menyusul sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana, terutama saat intensitas hujan tinggi disertai angin kencang.
“BNPB mengimbau masyarakat untuk menjauhi pohon besar, papan reklame, atau bangunan rapuh saat angin kencang guna menghindari risiko tertimpa material,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Imbauan tersebut berkaca pada kejadian banjir dan angin kencang yang melanda sejumlah daerah di Jawa Timur.
Di Kota Pasuruan, banjir akibat luapan Sungai Welang berdampak pada sekitar 100 kepala keluarga setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.
Sementara itu, di Desa Semen, Kabupaten Ngawi, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (22/4) sore menyebabkan kerusakan pada sedikitnya tujuh rumah warga yang dihuni tujuh kepala keluarga.
Abdul Muhari menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, seperti bantaran sungai dan daerah lereng, perlu memahami jalur evakuasi serta tidak ragu melakukan evakuasi mandiri apabila situasi memburuk.
“Bagi warga di bantaran sungai, penting untuk memantau tinggi muka air secara berkala sebagai langkah deteksi dini,” katanya.
Selain itu, BNPB juga mendorong masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Peran pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, sekaligus memberikan arahan yang jelas kepada masyarakat di wilayah rawan.
Saat ini, tim reaksi cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Ngawi dan Pasuruan telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan pendataan, menyalurkan kebutuhan dasar, serta mengantisipasi potensi bencana susulan. (*)



















