TOPMEDIA, KANSAS CITY — Ikon sepak bola Argentina, Lionel Messi, membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di usianya yang ke-38 tahun, La Pulga mengukir tinta emas sebagai pemain paling berprestasi sepanjang masa dalam sejarah FIFA setelah menghancurkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka grup di Kansas City Stadium.
Bukan sekadar kemenangan biasa, laga ini menjadi panggung teatrikal Messi yang sukses mencetak hat-trick pertamanya di Piala Dunia sekaligus meruntuhkan berbagai rekor legendaris dunia.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan dan namanya masuk dalam starting line-up, Messi resmi menobatkan dirinya sebagai pesepak bola pertama dalam sejarah yang tampil di 6 edisi Piala Dunia berbeda (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026).
Melansir laporan Aljazeera, rekor fantastis ini membuat Messi resmi melampaui seluruh generasi pendahulunya. Rekor abadi ini baru berpotensi disamai oleh rival abadinya, Cristiano Ronaldo, jika sang megabintang tampil membela Portugal di laga berikutnya malam nanti.
Drama perebutan takhta pencetak gol terbanyak sempat memanas beberapa jam sebelum laga Argentina dimulai. Striker Prancis, Kylian Mbappe, sempat melewati torehan Messi setelah mencetak dua gol ke gawang Senegal. Namun, Messi memberikan respons instan dan berkelas.
Pada menit ke-17, Messi mencetak gol pembuka dan langsung menyamai koleksi 14 gol Mbappe. Gol ini terasa sangat puitis karena tercipta tepat 20 tahun setelah debut Piala Dunia pertamanya pada tahun 2006 silam saat ia masih berusia 18 tahun.
Messi kemudian menambah dua gol lagi untuk melengkapi hat-trick-nya malam itu.
Dengan total 16 gol di Piala Dunia, Messi kini resmi berdiri sejajar dengan bomber legendaris Jerman, Miroslav Klose, sebagai salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen ini.
Tak hanya itu, gelontoran gol ini sekaligus menggenapkan koleksi gol internasional Messi menjadi 120 gol bersama Albiceleste.
Banjir Rekor Baru Lionel Messi di Kansas City
- Hancurkan Rekor Cristiano Ronaldo: Messi resmi menjadi pemain tertua yang mencetak hat-trick di Piala Dunia (38 tahun 11 bulan), memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang CR7 pada Piala Dunia 2018 (33 tahun 130 hari).
- Raja Konsistensi: Menjadi pemain pertama di dunia yang mampu mencetak gol dalam 5 pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
- Standing Ovation dari 70.000 Pasang Mata: Saat ditarik keluar di babak kedua untuk digantikan oleh Nico Paz, seluruh isi stadion bergemuruh memberikan penghormatan terakhir bagi sang kapten.
Kemenangan mutlak atas Aljazair ini menjadi modal awal yang sempurna bagi Argentina yang datang dengan status juara bertahan. Selanjutnya, anak asuh Lionel Scaloni akan ditantang oleh Austria sebelum menutup fase grup melawan Yordania pada 27 Juni mendatang.
Jika Messi berhasil mempertahankan trofi emas tersebut tahun ini, ia akan mengukir sejarah sebagai kapten Argentina pertama yang mampu menjuarai Piala Dunia dua kali berturut-turut, sebuah pencapaian luar biasa yang bahkan sang legenda agung, Diego Maradona, tidak pernah bisa mencapai sepanjang kariernya. (*)



















