Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Ricuh di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Gagal Lolos Super League, PSSI Pikir Ulang Cabut Larangan Away

×

Ricuh di Stadion Lukas Enembe Usai Persipura Gagal Lolos Super League, PSSI Pikir Ulang Cabut Larangan Away

Sebarkan artikel ini
Stadion Lukas Enembe Jayapura yang dirusak massa suporter usai Persipura kalah dari Adhyaksa FC dan gagal lolos ke Super League. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Kerusuhan suporter di Papua menjadi atensi Federasi. Insiden kericuhan di Jayapura membuat PSSI kembali mempertimbangkan wacana pencabutan larangan suporter away.

Menurut Federasi, situasi sepakbola Indonesia masih sangat membutuhkan evaluasi besar-besaran soal keamanan pertandingan.

HALAL BERKAH

Di Jayapura, belakangan terjadi kericuhan di Stadion Lukas Enembe yang terjadi usai Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam partai playoff promosi ke Super League, Jumat (8/5/2026).

Akibat kegagalan timnya lolos ke Super League, para suporter mengamuk dengan merusak stadion dan membakar puluhan mobil dan kendaraan roda dua yang ada di sekitarnya.

Sontak publik terhenyak, hasil tersebut membuat Persipura gagal promosi ke Super League musim depan. Tim Mutiara Hitam pun dipastikan tetap bermain di kompetisi level kedua (Championship) untuk musim kelima secara beruntun.

Baca Juga:  Dominasi Inggris Nestapa Madrid: Jadwal Drawing dan Peta Kekuatan Babak Gugur Liga Champions 2025/26

Kekecewaan tidak terhindar. Mereka turun dan merusak fasilitas stadion dan membakar kendaraan yang berada di lokasi stadion.

PSSI Soroti Insiden Jayapura

Melalui Sekjen PSSI, Yunus Nusi, ia menyebut insiden di Jayapura menjadi bahan evaluasi penting bagi federasi dan klub.

“Kami bersyukur setidaknya berjalan semua dengan lancar walaupun terjadi hal yang tidak kami inginkan di Jayapura dan tentu itu juga menjadi bahan evaluasi kita bersama-sama,” kata Yunus Nusi kepada wartawan, Sabtu (9/5).

“Kami berharap khususnya menyangkut suporter, teman-teman klub untuk bersama-sama membina, bersama-sama saling menjaga agar ke depan pertandingan demi pertandingan ditonton oleh masyarakat umum, ditonton oleh keluarga dengan enak, dengan baik, tanpa ada keributan apa pun,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga:  Berada Di Grup Neraka, Simon Tahamata Beri Motivasi Timnas U-17 untuk Piala Asia

Larangan Suporter Away Belum Dicabut

Dalam situasi itu, PSSI sampai kini juga belum memastikan kapan larangan suporter away akan dicabut. Aturan itu diterapkan sejak tragedi Kanjuruhan dan masih dianggap menjadi salah satu cara untuk meminimalisir potensi kericuhan antarsuporter.

Yunus menegaskan, PSSI masih menunggu laporan lengkap dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait pelaksanaan kompetisi musim ini sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

“Yang jelas sampai dengan saat ini PSSI belum mencabut larangan tersebut dan kami minta kepada PT LIB (I.League) untuk sesegera juga menyampaikan laporan tentang bagaimana perkembangan yang terjadi saat ini pada proses penyelenggaraan Super League, Championship mulai dari awal sampai akhir,” ucap Yunus Nusi.

Baca Juga:  Kapten Wrexham Antusias Tantang Chelsea di Piala FA: Peluang Emas Ciptakan Sejarah Baru

“Kita lihat perkembangannya seperti apa, LIB juga menyampaikan laporan kepada PSSI dan tentu Ketua Umum, Eksekutif Komite akan mengkaji itu apakah layak atau tidak untuk dibuka home dan away untuk suporter,” tuturnya.

Menurut Yunus, PSSI masih menilai dinbukannya kembali akses suporter tandang masih membutuhkan kajian mendalam.

Federasi tidak ingin mengambil risiko di tengah situasi keamanan pertandingan yang masih kerap memunculkan kericuhan belakangan.

Insiden di Jayapura pun kembali menjadi pengingat bahwa persoalan keamanan suporter masih menjadi pekerjaan besar sepakbola Indonesia. (*)

TEMANISHA.COM