Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Pemkot Upayakan Penanganan Banjir di Surabaya Selatan dengan Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

×

Pemkot Upayakan Penanganan Banjir di Surabaya Selatan dengan Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau rumah pompa di Surabaya selatan. (Foto: istimewa)
toplegal

TOPMEDIA, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dengan pendekatan yang terintegrasi dengan menitikberatkan pada penyambungan jaringan saluran air serta penyesuaian ketinggian dasar saluran, agar aliran air dapat bergerak dengan lancar dan optimal.

Untuk memastikan rencana ini berjalan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik penting.

HALAL BERKAH

Lokasi yang dikunjungi meliputi Rumah Pompa Jalan Ahmad Yani, lingkungan Jalan Gayungsari Barat, hingga Rumah Pompa Nanggala di wilayah Dukuh Menanggal.

Selain itu, ia juga memeriksa saluran penghubung di Jalan Raya Jemursari, Jalan Raya Kendangsari, dan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo.

Ia menegaskan bahwa permasalahan banjir tidak hanya disebabkan oleh ukuran saluran yang kurang besar, tetapi lebih banyak karena sistemnya yang belum terpadu.

“Hari ini kita lakukan penyambungan, kita perbaiki sistemnya, agar satu wilayah dapat terhubung dengan wilayah lainnya. Banjir itu bukan hanya soal besar kecilnya saluran, tapi karena jaringannya belum menyatu. Maka langkah utama yang kita lakukan sekarang adalah memperkuat hubungan antar saluran dan mengevaluasi keseluruhan sistem yang ada,” ujar Eri, Rabu (6/5).

Baca Juga:  Eri Cahyadi Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Ketua DPRD Surabaya

Ia menjelaskan bahwa sistem drainase harus dibangun secara berkesinambungan mencakup kawasan Gayungsari, Ahmad Yani, Prapen, Tenggilis Mejoyo hingga Panjang Jiwo. Hal ini penting mengingat lokasi pembuangan akhir di Avur Wonorejo memiliki jarak yang cukup jauh dari wilayah-wilayah tersebut.

“Seperti yang sudah saya sampaikan, jarak menuju tempat pembuangan akhir di Wonorejo itu sangat jauh. Jalurnya dimulai dari Karah baru terhubung sampai melewati kawasan Rumah Sakit UBAYA di Tenggilis Mejoyo. Inilah yang menjadi tantangan utama yang harus kita atasi,” jelasnya.

Selain konektivitas, penyesuaian ketinggian dasar saluran juga menjadi fokus utama. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sebagian saluran sudah dibangun dengan baik, namun aliran air tidak berjalan lancar karena perbedaan ketinggian di beberapa titik.

Baca Juga:  Segel Pabrik Peleburan Emas Ilegal, Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Warga Surabaya Jadi Satpam Kota

“Hal kedua yang kita pastikan adalah keseragaman ketinggian dasar saluran. Memang semua saluran sudah ada, namun ada bagian yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan bagian lainnya, sehingga aliran air terhambat,” paparnya.

Sebagai gambaran, ia menyebutkan kondisi yang terjadi di Dukuh Menanggal dan Gayungsari. Saluran di Dukuh Menanggal terlihat kering, padahal di wilayah Gayungsari masih terdapat genangan air.

Hal ini terjadi karena perbedaan ketinggian yang membuat air tidak dapat mengalir menuju tempat pembuangan yang telah disediakan.

“Kalau kita amati, saluran di Menanggal itu kering, padahal di Gayungsari masih ada airnya. Padahal seharusnya semua air itu bisa dialirkan menuju saluran Menanggal, kemudian dipompa dan dibuang ke Kali Perbatasan Surabaya–Sidoarjo. Oleh karena itu, kita samakan semua ketinggiannya agar aliran berjalan sesuai rencana,” katanya.

Baca Juga:  Pendaftaran Vokasi Dibuka, Kemnaker Ingatkan Masyarakat Waspadai Situs Palsu Skillhub

Eri berharap seluruh pemangku kebijakan di tingkat kelurahan, kecamatan hingga dinas terkait memahami pola aliran air yang ada.

Pengetahuan ini akan menjadi dasar penting dalam menyusun rencana pembangunan ke depan, sehingga penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi dan efektif.

“Dengan kegiatan hari ini, saya berharap para lurah, camat, dan seluruh jajaran sudah mengetahui ke mana arah aliran air tersebut. Sehingga setiap kali kita menyusun rencana pembangunan, sistem drainasenya sudah pasti terhubung dengan baik,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM