TOPMEDIA – Setiap garis hidup manusia memang harus dijalani dan dikerjakan dengan suka cita, tanpa melihat apapun anugerah dan selalu mensyukurinya.
Hal ini setidaknya sedang dilakukan seorang gadis muda nan cantik asal Minahasa. Di sebuah kota kecil yang sibuk dengan aktivitas pemerintahan, ada sosok pemudi sederhana bernama Nadine Tumewu.
Nadine tak hanya memiliki paras nan cantik, ia dikenal karena memiliki semangat, keberanian, dan rasa percaya diri yang ia miliki.
Ia kerap mendahului segala aktivitas perkantoran. Nadine mendahului pegawai kantor sebagai wilayah dirinya menjajakan kue setiap pagi.
Nadine melampaui keberanian dan tanpa gengsi berkeliling dari satu kantor dinas ke kantor pemerintahan lainnya.
Ia berjualan nasi goreng dan kue-kue tradisional, lalu berjualan di sekitar kantor polisi dan kantor pemerintahan, menjadi keseharian dara asli Minahasa ini.
Setiap hari ia memikul dagangan dengan keranjang di tangan dan senyum yang tak pernah hilang, Nadine menyusuri halaman demi halaman, menawarkan dagangannya dengan penuh semangat dan ceria.
Kebanyakan orang melihat apa yang dikerjakan Nadine bertolak belakang dengan gaya hidup kebanyakan gadis seusianya, bagi Nadine, ia tak pernah sedikitpun malu.
Baginya, bekerja dengan jujur adalah sebuah kebanggaan. Ia percaya, sekecil apa pun usaha yang dilakukan dengan hati, pasti memiliki nilai yang besar.
“Lebih baik saya bekerja dan mandiri daripada bergantung pada orang lain,” kata Nadien saat dijumpai seperti dilansir Lambekawanua.
Nadine selalu menjaga sikap dalam pekerjaannya, ia selalu ramah dan pekerja keras yang membuat banyak orang mengenalnya.
Para polisi dan pegawai kantor bukan hanya menjadi pelanggan, tapi juga menghargai ketulusan dan keteguhannya.
Nadien selalu menyapa dengan sangat sopan, mengingatkan pesanan, bahkan kadang memberi lebih sebagai tanda terima kasih.
Saat ditanya, Nadine memberi jawaban bermuatan percaya diri dan inspirasi. “Tidak malu jualan seperti ini setiap hari?” Ia hanya tersenyum dan menjawab, “Tidak, Pak. Justru saya bangga. Dari sini saya bisa bantu keluarga dan berdiri di kaki sendiri.” ucapnya.
Sederhana, tapi penuh makna. Kisah Nadien menjadi inspirasi, bahwa harga diri bukan ditentukan oleh jenis pekerjaan, tapi oleh kejujuran, kerja keras, dan ketulusan dalam menjalaninya. (*)



















