Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Derby Suramadu: Antara Luka Bajul Ijo dan Ambisi Sape Kerrap

×

Derby Suramadu: Antara Luka Bajul Ijo dan Ambisi Sape Kerrap

Sebarkan artikel ini
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares siap meracik permainan terbaik anak asuhnya demi meraih kemenangan di kandang saat menjamu Madura United. (Foto: Persebaya)
toplegal

TOPMEDIA, SURABAYA – Gelora Bung Tomo (GBT) bakal membara malam ini, Jumat (16/4). Persebaya Surabaya bakal menjamu tetangga dekatnya, Madura United, dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur di pekan ke-28 BRI Super League.

Kondisi Persebaya sedang terluka. Kekalahan telak 0-3 di laga tandang lawan Persija Jakarta masih menyisakan bekas. Bernardo Tavares, sang nakhoda asal Portugal, harus memutar otak lebih keras dari biasanya.

HALAL BERKAH

Saat official training pada Kamis malam kemarin, wajahnya serius. Fokusnya cuma dua antara memulihkan mental pemain dan menambal taktik skuad Bajul Ijo.

“Tim yang berbeda, momen yang berbeda, mentalitas yang berbeda,” ungkap Tavares.

Ia jujur mengakui situasi timnya sedang tidak ideal. Sejumlah pilar cedera. Skuad pincang. Sementara lawan datang dengan dada membusung setelah mengantongi kemenangan.

Baca Juga:  Bojan Hodak Akui Pertandingan Melawan Persebaya Selalu Sulit

“Kami akan tetap bermain dengan sebelas orang. Siapa pun yang starter atau dari bangku cadangan, harus lebih baik dari pertandingan kemarin,” tegasnya.

Tavares tahu, senjata rahasianya bukan cuma skema 4-3-3 atau transisi cepat. Senjata itu ada di tribun, yakni dukungan Bonek Mania di stadion.

Ia meminta stadion dipenuhi teriakan ribuan Bonek untuk menyetrum nyali anak asuhnya yang sempat padam.

Namun dari sisi seberang, Madura United datang dengan ketenangan yang mematikan. Pelatih caretaker mereka, Rakhmat Basuki tahu benar cara menghadapi teror tuan rumah di GBT.

Alih-alih gentar dengan teror suporter, RB -sapaannya– justru melihatnya sebagai tantangan menarik.

Baginya, tekanan Bonek adalah bumbu sepak bola. Madura United saat ini sedang dalam tren positif. Kepercayaan diri pemainnya sedang di puncak plafon.

Baca Juga:  Naik Pangkat, Nova Arianto Tangani Timnas U-20

“Kami tahu Persebaya tim besar dengan dukungan luar biasa. Tapi kami butuh poin untuk terus merangkak naik. Kami optimistis bisa mencuri poin penuh di sini,” kata RB.

Bagi Laskar Sape Kerrap, GBT bukan sekadar stadion. Ini adalah panggung pembuktian siapa penguasa Jawa Timur yang sesungguhnya di klasemen saat ini.

Persebaya punya beban sejarah dan tekanan publik yang masif. Salah langkah sedikit saja, kritik bakal menghujam lebih deras. Sebaliknya, Madura United bermain tanpa beban namun punya ambisi besar untuk menyodok ke papan atas.

Tavares harus bisa memastikan lini belakangnya tidak lagi clumsy. Sementara RB pasti akan menginstruksikan anak asuhnya untuk memancing emosi pemain tuan rumah agar skema permainan Persebaya berantakan.

Baca Juga:  Tavares Ogah Cari Kambing Hitam, Pilih Benahi Mental Persebaya di Jeda Lebaran

Siapa yang bakal tersenyum di akhir laga? Apakah si Bajul Ijo yang berhasil bangkit dari keterpurukan, ataukah Sape Kerrap yang makin mapan di papan atas? (*)

TEMANISHA.COM