TOPMEDIA – Banyaknya resistensi masyarakat di kota apel Malang, Jawa Timur menyoal laga Derby antara Arema FC versus Persebaya, Polres Malang mengatajan bahwa laga tensi panas itu belum siap digelar di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Selasa (28/4) mendatang.
Beberapa hal yang mendasari karena sejumlah pertimbangan, termasuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dari hasil rapat koordinasi (rakor) unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Aula Mapolres Malang pada Rabu (15/4), telah direkomendasikan agar Derby Jatim tidak dilaksanakan di Stadion Kanjuruhan untuk tahun ini.
AKBP Muhammad Taat Resdi selaku Kapolres Malang memamparkan berbagai hal tersebut setelah pihaknya menampung aspirasi dari peserta rakor demi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Malang.
“Tadi diskusi kami sampai pada titik sepertinya belum siap untuk kemudian pertandingan ini (Arema FC vs Persebaya) diselenggarakan di Kanjuruhan dengan mempertimbangkan banyak aspek,” urai Kapolres Malang ditemui usai rakor.
Polisi melati dua itu menyebut pertimbangan aspek tesebut meliputi, antara lain potensi gangguan keamanan, aksi penolakan dari berbagai elemen; mulai dari keluarga korban, elemen mahasiswa, dan elemen lainnya.
“Termasuk elemen suporter juga, baik yang disampaikan secara langsung melalui surat, melalui aksi, maupun disampaikan dalam media sosial,” lanjut AKBP Taat.
Aspek dan dinamika di media sosial masih menunjukkan tingkat provokasi yang tinggi dan ujaran kebencian menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
“Ini menjadi bahan pertimbangan bagi kami dan tadi juga didiskusikan sampai kemudian pada tahap direkomendasikan untuk tahun ini jangan dulu dilaksanakan di Kanjuruhan,” ucap Taat.
Lanjutnya, kepolisian akan menjaga stabilitas kamtibmas, hal ini dinilai sangat penting, mengingat banyaknya program pembangunan nasional yang saat ini sedang berjalan di Kabupaten Malang.
“Memang program pembangunan yang menjadi prioritas nasional banyak dilaksanakan di Kabupaten Malang. Ini harus dirawat, harus dijaga sehingga stabilitas kamtibmas ini menjadi poin yang penting. Tidak boleh ada gangguan yang kemudian nanti justru mengganggu apa yang sedang berjalan ini,” pungkas Kapolres. (*)



















