TOPMEDIA – Setelah berakhirnya periode libur panjang awal tahun yang biasanya mendorong lonjakan mobilitas masyarakat, aktivitas transportasi di Jawa Timur pada Februari 2026 mengalami penurunan di sejumlah moda. Penurunan ini terutama terjadi pada angkutan udara dan kereta api.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Herum Fajarwati, menjelaskan bahwa penurunan tersebut merupakan pola musiman.
“Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman setelah periode libur awal tahun, sehingga terjadi normalisasi mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Data BPS menunjukkan jumlah kedatangan penumpang angkutan udara domestik ke Jawa Timur pada Februari 2026 mencapai 406,51 ribu orang, turun 12,45 persen dibanding Januari 2026. Penumpang internasional juga menurun 15,05 persen menjadi 92,50 ribu orang.
Meski penumpang menurun, angkutan barang udara justru meningkat. Volume barang yang dimuat melalui angkutan udara domestik naik 5,54 persen menjadi 1,56 ribu ton, meski barang yang dibongkar sedikit turun 0,23 persen menjadi 3,47 ribu ton.
Di sektor laut, jumlah kedatangan penumpang domestik tercatat 89,20 ribu orang, sementara penumpang yang berangkat turun 5,72 persen menjadi 75,15 ribu orang.
“Namun, jumlah kapal yang singgah di pelabuhan Jawa Timur naik 4,13 persen menjadi 2.647 unit,” jelasnya.
Untuk angkutan barang laut, baik aktivitas muat maupun bongkar mengalami penurunan, masing-masing 3,59 persen dan 0,79 persen.
Moda transportasi darat juga mengalami penurunan signifikan. Jumlah penumpang kereta api di Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat 2,07 juta orang, turun 14,33 persen dibanding Januari 2026.
Herum menegaskan bahwa distribusi logistik masih relatif stabil. “Secara umum, terjadi normalisasi pergerakan penumpang setelah puncak mobilitas di awal tahun, sementara distribusi logistik tetap berjalan stabil,” pungkasnya. (*)



















