Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Antisipasi Haji Ilegal, Arab Saudi Tetapkan Batas Waktu Jemaah Umrah

×

Antisipasi Haji Ilegal, Arab Saudi Tetapkan Batas Waktu Jemaah Umrah

Sebarkan artikel ini
Arab Saudi menetapkan jemaah umrah harus keluar sebelum 18 April 2026 untuk persiapan kedatangan jemaah haji. (Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Arab Saudi resmi menetapkan batas waktu bagi jemaah umrah untuk meninggalkan negaranya pada 18 April 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah persiapan menyambut kedatangan jemaah haji, termasuk kloter pertama dari Embarkasi Surabaya yang dijadwalkan berangkat pada 22 April.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang oleh otoritas Arab Saudi.

HALAL BERKAH

“Insyaallah 18 April jemaah umrah harus meninggalkan Arab Saudi untuk persiapan kedatangan jemaah haji. Jadi semua sudah dipersiapkan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Anam menegaskan bahwa aturan ini juga bertujuan mencegah praktik haji ilegal, yakni jemaah yang menggunakan visa umrah untuk mengikuti ibadah haji. Ia mengimbau seluruh biro travel agar mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Cegah Vandalisme demi Jaga Keindahan Kota

“Pemberitahuan ini sudah diinformasikan ke biro travel agar tidak membawa jemaah umrah saat kedatangan jemaah haji. Hal ini untuk mengantisipasi adanya jemaah yang terusan mengikuti haji tanpa visa resmi,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kartu Nusuk yang akan dibagikan kepada jemaah haji sebelum keberangkatan. Kartu ini berfungsi sebagai sistem pengawasan tambahan untuk mencegah jemaah haji ilegal.

Kantor Wilayah Kementerian Haji Jawa Timur mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah jemaah yang berangkat umrah.

Tiga pekan lalu tercatat sekitar 1.700 orang, meningkat menjadi 2.500 orang pada pekan berikutnya, dan mencapai 4.500 orang pada data terbaru.

Sebaliknya, jumlah jemaah yang kembali ke Indonesia mengalami penurunan. Dari 9.200 orang tiga pekan lalu, turun menjadi 7.600 orang, dan terbaru sekitar 4.991 orang.

Baca Juga:  Miris, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa di Sumedang Ini Cuma Digaji Rp 50 Ribu

Penurunan ini dinilai sebagai indikasi bahwa sebagian besar jemaah telah kembali dengan selamat tanpa hambatan berarti. (*)

TEMANISHA.COM