Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Pemerintah Batalkan Sekolah Daring, Akademisi Nilai Tak Efektif

×

Pemerintah Batalkan Sekolah Daring, Akademisi Nilai Tak Efektif

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi sekolah daring (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Rencana mengembalikan siswa ke depan layar laptop alias pembelajaran jarak jauh (PJJ) resmi dikandangkan. Pemerintah memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan secara luring (tatap muka) setelah libur Lebaran April mendatang. Keputusan ini diambil guna menghindari risiko learning loss yang menghantui kualitas pendidikan nasional.

Sebelumnya, wacana sekolah daring sempat mencuat sebagai jurus darurat pemerintah untuk menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Langkah efisiensi energi ini sedianya disiapkan untuk mengantisipasi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dan AS-Israel yang berpotensi memicu krisis energi global.

HALAL BERKAH

Namun, setelah melalui koordinasi lintas kementerian, opsi tersebut dianggap lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya bagi dunia pendidikan.

Baca Juga:  AI Bakal Serobot Lahan Kerja Gen Z

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, pemerintah sepakat bahwa proses pembelajaran harus tetap optimal. Menurunkan kualitas pendidikan demi efisiensi energi dinilai bukan langkah yang bijak.

“Di sektor pendidikan, proses pembelajaran jangan sampai timbul learning loss. Karena itu, diutamakan tetap berjalan secara luring bagi siswa,” ujar Pratikno di Jakarta, Selasa (24/3/226) lalu.

Mantan Rektor UGM ini mengakui sempat ada kajian mengenai metode hibrida (campuran daring dan luring) untuk bulan April 2026.

Namun, instruksi Presiden jelas bahwa peningkatan kualitas SDM, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, adalah prioritas utama yang tidak boleh ditawar. Apalagi, saat ini pemerintah tengah memacu program strategis seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

Baca Juga:  Anti Bising, Ini Waktu Terbaik Pakai Fitur Active Noise Cancelling di TWS Kamu Biar Telinga Tak Gampang Sakit

Rencana sekolah dari rumah demi hemat BBM ini sebelumnya memang menuai gelombang kritik. Pengamat pendidikan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah, menilai pemerintah salah sasaran jika menjadikan dana pendidikan sebagai objek efisiensi.

“Dalam kondisi menuju krisis energi, seharusnya yang diefisiensi terlebih dahulu adalah gaji atau tunjangan pejabat negara. Efisiensi pendidikan harus jadi opsi terakhir,” tegas Jejen.

Ia mengingatkan trauma masa pandemi COVID-19 yang membuktikan bahwa PJJ sangat tidak efektif. Kurangnya interaksi fisik antara guru dan murid membuat motivasi belajar anjlok dan materi sulit terserap maksimal. (ton/top)

TEMANISHA.COM