TOPMEDIA – Jika TNI AL menganut konsep blue water navy, Kementerian Pertahanan RI memastikan Indonesia tidak akan memiliki pangkalan militer di luar negeri.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyampaikan bahwa strategi yang paling realistis bagi Indonesia adalah membangun akses jejaring tanpa permanent basing, atau pangkalan militer di luar negeri.
“Artinya, Indonesia tidak perlu memiliki pangkalan militer permanen di luar negeri,” ujar Rico kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), beberapa waktu lalu.
Negara-negara yang menganut konsep blue water navy memiliki pangkalan militer di luar wilayah kedaulatan mereka. Sebagai contoh Amerika Serikat (AS), dikutip dari data Al Jazeera pada 2021, US Navy memiliki sekitar 750 pangkalan (besar maupun kecil) yang tersebar di 80 negara.
Negara penganut blue water navy bisa beroperasi jauh dari wilayah kedaulatan mereka.
Sementara itu, berbeda dengan Indonesia, konsep blue water navy, itu akan memperluas akses melalui port visit arrangements, replenishment support, repair and maintenance understanding, latihan bersama, serta pengaturan bantuan logistik dengan negara-negara sahabat.
Secara praktis strategi tersebut dapat dibangun melalui tiga jalur. Pertama, jalur bilateral, yaitu pengaturan teknis dengan negara mitra untuk akses pelabuhan dan dukungan logistik. Kedua, jalur multilateral dengan forum maritim dan latihan gabungan.
Ketiga, jalur industrial-logistical diplomacy yaitu bersama mengaitkan kerja sama industri pertahanan dan maintenance dengan dukungan operasional saat deployment jauh.
“Dengan cara itu, Indonesia tetap dapat membangun endurance armada tanpa harus menganut model overseas bases,” kata Rico.
Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sebelumnya mengatakan bahwa arah pembangunan kekuatan TNI AL saat ini difokuskan untuk memperkuat posisi sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.
Green water navy adalah merujuk pada kekuatan laut yang mampu beroperasi efektif di perairan nasional dan kawasan regional, dengan fokus pada pertahanan kedaulatan, patroli keamanan, serta operasi kemanusiaan di sekitar wilayah Indonesia.
Sementara blue water navy artinya angkatan laut dapat beroperasi lintas samudra dan secara global, secara umum didukung oleh kapal induk, kapal logistik jarak jauh, dan sistem tempur terintegrasi. (*)



















