Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Situasi Memanas, KBRI di Sejumlah Negara di Timteng Batalkan Salat Id dan Halalbihalal

×

Situasi Memanas, KBRI di Sejumlah Negara di Timteng Batalkan Salat Id dan Halalbihalal

Sebarkan artikel ini
Suasana salat Idul Fitri di KBRI Doha, Qatar, pada 21 April 2023. (Foto: Istimewa/KBRI Doha)
toplegal

TOPMEDIA – Kabar kurang sedap menyambangi para pahlawan devisa dan diaspora Indonesia di kawasan Timur Tengah (Timteng). Alih-alih merayakan kemenangan Idul Fitri 1447 H dengan berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) sebagai pengganti kampung halaman, tahun ini, mereka harus berlapang dada.

Sejumlah KBRI di Timur Tengah resmi mengumumkan pembatalan agenda salat Id berjemaah dan halalbihalal akibat situasi keamanan kawasan yang kian tak menentu karena perang yang berkecamuk antara Iran vs AS-Israel.

HALAL BERKAH

Keputusan pahit ini mulai bergulir sejak awal pekan ini. KBRI Muscat di Oman menjadi yang pertama menarik rem darurat. Duta Besar RI untuk Oman, Mohamad Irzan Djohan, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi keselamatan warga negara Indonesia (WNI).

Baca Juga:  393 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Ludes, Diskon 30 Persen untuk Pemudik Masih Tersedia

“Langkah tersebut kami ambil sebagai bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab untuk mengedepankan keamanan serta kenyamanan bersama,” ujar Dubes Irzan dalam keterangan resminya yang dirilis via media sosial, Kamis (19/3).

Bagi WNI di perantauan, salat Id di kompleks KBRI bukan sekadar ibadah. Itu adalah momen “pulang kampung” sesaat untuk mengobati rindu akan suasana Indonesia, lengkap dengan hidangan khas dan canda tawa sesama perantau.

Dubes Irzan pun mengakui bahwa keputusan membatalkan acara yang sangat dinanti-nantikan ini bukanlah perkara mudah.

Namun, faktor risiko di lapangan menjadi pertimbangan utama. Ia mengimbau agar para WNI di Oman tetap menjaga kekhidmatan Lebaran meski tanpa perayaan formal di kedutaan, serta meminta mereka terus memantau perkembangan situasi keamanan di sekitar.

Baca Juga:  Segini Perkiraan Perputaran Uang saat Mudik Lebaran 2026

Langkah serupa diambil oleh perwakilan RI di Uni Emirat Arab (UEA). Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha, melalui surat resmi tertanggal 17 Maret, juga mengumumkan peniadaan salat Id di KBRI Abu Dhabi.

Dubes Judha menyarankan agar diaspora Indonesia di sana melaksanakan ibadah di masjid-masjid terdekat dari domisili masing-masing. “Kami mengharapkan pengertian seluruh masyarakat Indonesia. Langkah ini diambil semata-mata demi menjaga keselamatan dan keamanan bersama,” tegasnya.

Tak ketinggalan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai juga mengeluarkan kebijakan serupa. Senada dengan Abu Dhabi, KJRI Dubai menyebut pertimbangan stabilitas keamanan kawasan menjadi alasan di balik pembatalan agenda rutin tahunan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum semua perwakilan RI di kawasan Teluk mengambil keputusan serupa. Berdasarkan pantauan di berbagai kanal media sosial, sejumlah wilayah lain seperti KBRI di Kuwait, Bahrain, Qatar dan Iran terpantau masih belum merilis pengumuman resmi terkait teknis pelaksanaan Idul Fitri di kantor mereka.

Baca Juga:  Mudik Lebih Hemat, Pemerintah Berikan Diskon Tarif Transportasi Idul Fitri 2026

Diperkirakan, mereka masih terus berkoordinasi dengan otoritas keamanan setempat sebelum memberikan instruksi final kepada para WNI di wilayah tersebut.

Situasi di Timur Tengah yang fluktuatif memang memaksa perwakilan diplomatik untuk ekstra waspada. Bagi WNI yang berada di kawasan terdampak, diimbau untuk selalu memperbarui informasi melalui aplikasi Safe Travel milik Kemlu atau memantau akun resmi media sosial KBRI setempat agar tidak tertinggal instruksi terbaru mengenai prosedur keamanan selama masa libur Idul Fitri. (*)

TEMANISHA.COM