TOPMEDIA-Kekalahan telak yang dialami Chelsea dari Paris Saint-Germain di Liga Champions 2026 memunculkan tanda tanya besar terkait masa depan Enzo Fernández di Stamford Bridge.
Chelsea harus menelan kekalahan 0-3 pada leg kedua yang berlangsung Selasa malam, setelah gol dari Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola, dan Senny Mayulu memastikan keunggulan tim tamu.
Hasil tersebut membuat The Blues tersingkir dengan agregat mencolok 2-8, menyamai salah satu kekalahan terburuk klub di kompetisi Eropa.
Usai pertandingan, Enzo Fernández yang menjabat sebagai wakil kapten mengungkapkan ketidakpastian terkait masa depannya di Chelsea. Saat ditanya mengenai kemungkinan bertahan musim depan, ia tidak memberikan jawaban tegas.
“Saya tidak tahu. Fokus saya saat ini ada di sini. Kami masih memiliki delapan pertandingan Liga Premier dan Piala FA. Setelah itu, kita lihat saja,” ujar pemain asal Argentina tersebut.
Fernández, yang didatangkan dari Benfica dengan nilai transfer fantastis pada 2023, sejatinya masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2032. Namun, pernyataannya memicu spekulasi di tengah performa Chelsea yang belum konsisten musim ini.
Dalam laga tersebut, Fernández dipercaya memimpin tim menggantikan Reece James yang absen karena cedera. Namun, ia mengakui timnya gagal mengendalikan permainan sejak awal.
“Kami tidak bisa kebobolan cepat di level ini. PSG tampil lebih baik dalam dua leg dan mereka pantas lolos,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih kepala Liam Rosenior memilih meredam spekulasi terkait masa depan sang pemain. Ia menegaskan fokus tim saat ini adalah memperbaiki performa di kompetisi domestik.
“Saya belum melihat pernyataan itu. Saat ini kami harus fokus pada pertandingan berikutnya melawan Everton,” katanya.
Rosenior juga mendapat sorotan dari pendukung setelah menarik keluar Fernández, Cole Palmer, dan João Pedro sebelum menit ke-60. Keputusan tersebut memicu kekecewaan suporter yang sudah frustrasi dengan performa tim.
Pelatih asal Inggris itu memahami reaksi fans yang menginginkan hasil instan, terlebih melihat besarnya klub seperti Chelsea. Ia pun mengakui kekalahan ini sangat sulit diterima.
Di kompetisi domestik, posisi Chelsea juga belum aman. Mereka masih berada di luar lima besar Liga Inggris, meskipun selisih poin dengan zona Liga Champions relatif tipis.
Rosenior menekankan bahwa timnya harus belajar tampil lebih efektif dan solid jika ingin kembali bersaing di level tertinggi.
“Kami harus lebih klinis dan lebih kuat dalam bertahan. Kami gagal melakukan itu di dua leg, dan itulah alasan kami tersingkir,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, masa depan Chelsea—termasuk potensi bertahannya Enzo Fernández—diperkirakan akan menjadi salah satu isu panas menjelang bursa transfer musim panas 2026.



















