Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Outlook Kredit Indonesia Negatif, HKI Ingatkan Risiko Investasi Industri

×

Outlook Kredit Indonesia Negatif, HKI Ingatkan Risiko Investasi Industri

Sebarkan artikel ini
Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stable menjadi negative dan dikhawatirkan memengaruhi keputusan investasi industri. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Indonesia menghadapi tantangan baru setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan outlook peringkat kredit dari stable menjadi negative.

Menurut Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), perubahan ini merupakan sinyal serius yang harus segera direspons pemerintah karena persepsi risiko negara akan langsung memengaruhi keputusan investasi industri.

HALAL BERKAH

Ketua Umum HKI, Ahmad Maruf Maulana, menegaskan bahwa outlook negatif bukan sekadar penilaian teknis.

“Ini adalah peringatan bahwa pasar global mulai melihat meningkatnya ketidakpastian kebijakan. Jika tidak segera direspons dengan langkah korektif yang jelas, dampaknya bisa langsung terasa pada investasi industri, biaya pembiayaan proyek, dan kepercayaan investor,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ahmad menambahkan, sektor manufaktur strategis seperti elektronik, energi baru terbarukan, baterai, dan hilirisasi sumber daya alam membutuhkan investasi jangka panjang.

Baca Juga:  Bangun Kawasan Terpadu, Investor Dubai Investasi Rp 4 Triliun di IKN

Ketidakpastian kebijakan fiskal dan moneter dapat membuat investor global menunda ekspansi atau meninjau ulang rencana investasi mereka.

HKI menilai perubahan outlook ini berpotensi menurunkan daya saing Indonesia dibandingkan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia yang memperkuat kepastian kebijakan mereka.

“Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mengurangi daya saing Indonesia dalam kompetisi investasi regional,” jelas Ahmad.

Selain itu, ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, menambah risiko terhadap stabilitas jalur logistik energi dunia.

Gangguan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan biaya energi dan logistik internasional, sehingga memperburuk ketidakpastian investasi.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, HKI menekankan pentingnya percepatan realisasi investasi yang sudah memiliki komitmen.

Baca Juga:  Likuiditas Longgar, Kredit Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Ahmad menegaskan perlunya penyederhanaan perizinan, kepastian regulasi, serta koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar proyek industri tidak terhambat di lapangan.

“Indonesia tidak kekurangan potensi. Kita punya pasar domestik besar, sumber daya alam melimpah, dan posisi strategis dalam rantai pasok global. Namun semua itu tidak akan cukup jika investor mulai meragukan konsistensi kebijakan ekonomi kita,” tegasnya. (*)

TEMANISHA.COM