TOPMEDIA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa pihaknya masih menyempurnakan skema pelaksanaan program bantuan makanan bagi lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mulai tahun ini, program tersebut akan diintegrasikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN). Setelah digabung, program itu akan dikenal sebagai MBG lansia dan disabilitas.
Gus Ipul menjelaskan, menu makanan untuk para penerima manfaat nantinya akan diproduksi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga menyiapkan MBG. Dengan sistem tersebut, ada kemungkinan jumlah dapur atau SPPG akan ditambah agar jangkauan layanan semakin luas.
Ia menyebut, pemerintah ingin memastikan lebih banyak lansia yang dapat menerima manfaat. Karena itu, penambahan fasilitas dapur menjadi salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan agar distribusi makanan bisa menjangkau wilayah yang lebih luas.
Selama ini, Kemensos baru menyalurkan bantuan permakanan kepada sekitar 100 ribu lansia dan 36 ribu penyandang disabilitas. Setelah digabung dengan program MBG, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat signifikan, bahkan bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat. Pemerintah berharap ke depan penerima manfaat berada di kisaran 300 ribu hingga 500 ribu orang, meski rencana tersebut masih dalam tahap pematangan.
Dalam pelaksanaannya, BGN melalui SPPG bertugas menyiapkan dan memasak makanan. Sementara itu, proses penyaluran hingga penyerahan kepada para penerima tetap menjadi tanggung jawab petugas Kemensos, termasuk tenaga pendamping atau caregiver yang direkrut khusus untuk mendukung program tersebut. (*)



















