TOPMEDIA – Gajah tunggang tidak lagi menjadi eksploitasi di Bali Zoo. Kebun bintang di pulau Dewata ini mengambil langkah signifikan di awal 2026 dengan menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang.
Sebagai komitmen menjaga kesejahteraan satwa maka pengelolaan itu berkelanjutan untuk mengutamakan konservasi.
“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama Bali Zoo. Kebijakan ini diambil untuk mendukung pengelolaan gajah yang lebih baik dan memastikan standar perawatan terus ditingkatkan,” ujar Head of Public Relations Bali Zoo, Emma Chandra, dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026)
Kata Emma, langkah itu sejalan dengan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor 6 Tahun 2025.
Dalam Edaran itu memuat tentang penghentian peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi.
Ia mengatakan, Bali Zoo juga telah berkoordinasi dengan Balai KSDA Bali terkait pelaksanaan surat edaran tersebut.
Langkah ini untuk memberikan ruang alami serta waktu gajah melakukan aktivitas sosial serta program perawatan dan enrichment yang mendukung kesejahteraan satwa.
“Ke depan, Bali Zoo akan melanjutkan fokus pada perawatan harian gajah, edukasi konservasi, serta pengembangan pengalaman pengunjung yang berorientasi pada pembelajaran dan kepedulian terhadap satwa,” tandas Emma. (*)



















