Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Wali Kota Medan Bantah Terima Dana Bank Dunia untuk Penanganan Banjir

×

Wali Kota Medan Bantah Terima Dana Bank Dunia untuk Penanganan Banjir

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Medan Rico Waas. (Foto: Instagram/@ricowaasofficial)
toplegal

TOPMEDIA – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan membantah menerima uang senilai Rp 1,5 triliun dari Bank Dunia untuk penanganan banjir.

Wali Kota Medan, Rico Waas membantah dan mengatakan dana tersebut tidak pernah masuk ke rekening Pemkot Medan.

HALAL BERKAH

“Tidak ada anggaran Rp 1,5 triliun itu dikelola oleh Pemerintah Kota Medan. Karena dana tersebut adalah dana World Bank yang pengelolaannya itu diberikan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS),” ujar Rico saat diwawancarai, Rabu (3/12/2025).

Rico mengatakan, dana tersebut dikelola oleh BWS untuk menangani infrastruktur sungai. Ia menyebut, proyek tersebut merupakan bagian dari perencanaan pada tahun 2022 yang terdiri dari 6 titik.

“Kalau tidak salah itu penanganan Sungai Babura, Badera, Selayang, lalu kolam retensi. Tapi kalau tidak salah saya itu ada tiga yang tidak jadi. Tapi yang on progres itu sampai saat ini Sungai Badera, lalu pembuatan kolam retensi Sungai Selayang, dan juga Sungai Kera,” ungkapnya.

Baca Juga:  Penumpang Lion Air Terancam Pidana gegara Sebut Bawa Bom di Pesawat, Begini Ancaman Hukumannya

Wali kota dengan nama lengkap Rico Tri Putra Bayu Waas ini mengatakan, Pemerintah Kota Medan dalam hal ini hanya sebagai penerima manfaat penggunaan dana yang berasal dari Bank Dunia tersebut.

“Kita sebagai penerima manfaat, masyarakat Kota Medan. Apabila dapat menurunkan debit air tersebut,” katanya.

Lanjutnya, Pemkot Medan berkewajiban untuk menjalankan fungsi administratif seperti berkomunikasi dengan warga untuk pembebasan lahan.

“Ada beberapa titik yang kita pakai dari perkim untuk melakukan pembebasan lahan tersebut. Itulah bagian dari Pemkot Medan untuk membantu proyek ini bisa terjadi, penanggulangan banjir ini bisa terjadi. Jadi peran Pemkot Medan untuk berkomunikasi dengan masyarakat bahwa ini ada pengerjaan untuk normalisasi sungai-sungai,” katanya.

Baca Juga:  Jawa Timur Miliki Potensi Perikanan Strategis, Kontribusi Capai Rp 67,7 Triliun

Untuk tahun 2026 atau tahun depan, Rico mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BWS untuk penanganan banjir di tiga titik sungai. Yakni Sungai Badera, Selayang dan Sungai Kera. (*)

TEMANISHA.COM