TOPMEDIA – Gilbert Christian (13), bukan siswa biasa. Bocah kelas 2 SMP Negeri 1 Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendadak menjadi sorotan publik.
Dia melakukan orasi menuntut perbaikan jalan tanpa mengenakan alas kaki yang videonya viral di media sosial.
Gilbert menceritakan kondisi jalan yang rusak parah di Krayan Timur, khususnya saat musim hujan. Hal ini menjadi momok bagi para siswa terutama untuk mencapai sekolah.
Meski ia tinggal di Desa Long Umung yang relatif dekat dengan sekolah, ia menyaksikan teman-temannya dari desa tetangga seperti Pa’ Betung harus menempuh perjalanan berat.
“Kalau musim hujan, jalanan itu kotor banyak lumpurnya. Teman-teman datang ke sekolah pasti kotor. Ada yang sepatunya full lumpur, ada yang bajunya kena lumpur, bahkan pernah ada yang badannya penuh lumpur karena motornya jatuh,” kata Gilbert dalam video yang beredar, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, kondisi jalan yang buruk membuat waktu tempuh menjadi dua kali lipat lebih lama. Jika biasanya teman-temannya berangkat pukul 06.00 Wita dan tiba pukul 07.00 Wita, saat hujan mereka baru bisa tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 Wita.
“Kadang saya kasihan melihat mereka. Sepatunya sudah tidak bisa dipakai masuk kelas. Ada yang malu karena badannya penuh lumpur sampai akhirnya tidak jadi masuk kelas,” tuturnya.
Gilbert sepertinya pantas menerima apresiasi atas keberanian dirinya. Meski fasilitas terbatas dan akses jalan memprihatinkan, semangat belajar Gilbert tidak surut.
Siswa yang memiliki hobi mendengarkan musik barat ini ternyata merupakan siswa berprestasi. Ia mengaku selalu meraih peringkat satu di kelasnya sejak duduk di bangku SD hingga SMP saat ini.
“Saya rajin belajar dan kalau ada tugas langsung saya kerjakan, tidak pernah menunda-nunda. Biasanya kerjakan PR di sekolah biar bisa diskusi sama teman sekelompok,” ungkap Gilbert. (*)



















