Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Rahasia Tubuh Ramping Wanita Prancis, Bukan Sekadar Diet, Melainkan Seni Menikmati Makanan

×

Rahasia Tubuh Ramping Wanita Prancis, Bukan Sekadar Diet, Melainkan Seni Menikmati Makanan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makan lambat dari para perempuan Perancis yang awet ramping.
toplegal

TOPMEDIA – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa wanita Prancis, yang hidup di tengah surga kuliner dengan croissant, keju, dan wine, bisa tetap memiliki tubuh ramping? Fenomena ini sering disebut sebagai “French Paradox” dan rahasianya ternyata tidak terletak pada diet ketat atau menghitung kalori, melainkan pada filosofi makan yang mendalam.

Menikmati Makanan dengan Seluruh Indera

Sebuah video viral di media sosial mengungkapkan kunci utama dari kebiasaan makan orang Prancis. Saat ditanya mengapa mereka jarang gemuk, seorang wanita Prancis menjawab, “Karena kami benar-benar menikmati setiap suapan.” Mereka tidak makan dengan terburu-buru, melainkan dengan penuh kesadaran, melibatkan semua panca indera—dari aroma, tekstur, hingga rasa. Dengan makan perlahan dan tanpa tekanan, lidah menjadi cepat puas, sehingga mereka tidak merasa perlu makan dalam porsi besar.

HALAL BERKAH

Filosofi ini sangat bertolak belakang dengan kebiasaan banyak orang di berbagai negara, yang menganggap makan sebagai rutinitas yang harus diselesaikan dengan cepat. Porsi jumbo dan kebiasaan makan sambil bekerja atau terburu-buru adalah pemandangan umum.

Baca Juga:  Kolaborasi Perwosi-Perbasi Surabaya Gelar Kejurkot Basket 2025, Dorong Regenerasi Atlet dan Gerakkan UMKM

Sains di Balik Makan Pelan

Ternyata, kebiasaan makan ala Prancis ini memiliki dasar ilmiah yang kuat, yang melibatkan dua hormon penting yang mengatur nafsu makan: Ghrelin dan Leptin.

  • Ghrelin (Hormon Lapar): Hormon ini dilepaskan saat perut kosong, mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh butuh makan.
  • Leptin (Hormon Kenyang): Setelah makan, hormon ini dilepaskan oleh jaringan lemak. Leptin memberi sinyal ke otak bahwa energi yang disimpan sudah cukup, sehingga kita merasa kenyang dan puas.

Masalahnya, otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang dari hormon Leptin. Jika kita makan terlalu cepat, kita akan makan lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan tubuh, karena otak belum sempat menyadari bahwa kita sudah kenyang. Akibatnya, kalori berlebih menumpuk dan meningkatkan risiko obesitas.

Baca Juga:  Momen Manis Al Ghazali & Alyssa Daguise Ungkap Jenis Kelamin Buah Hati

Dengan mengunyah makanan lebih lama—disarankan sekitar 20-30 kali kunyahan—kita memberikan waktu yang cukup bagi hormon Leptin untuk bekerja. Selain membantu mengendalikan porsi makan, mengunyah lebih lama juga meringankan beban kerja lambung, sehingga mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti perut kembung atau refluks.

Bukan Sekadar Fisik, tapi Pengalaman Menyenangkan

Lebih dari sekadar manfaat kesehatan, makan dengan perlahan juga meningkatkan pengalaman bersantap. Kita bisa lebih menghargai rasa, tekstur, dan aroma makanan. Mengadopsi kebiasaan ini tidak hanya membantu menjaga berat badan, tetapi juga mengajarkan kita untuk lebih menghargai makanan dan tubuh kita sendiri.

Jadi, jika Anda mendambakan pencernaan yang lebih baik dan nafsu makan yang terkendali, cobalah meniru cara makan ala wanita Prancis. Mungkin ini adalah kunci untuk hidup lebih sehat tanpa harus kehilangan kenikmatan dari makanan yang lezat. (*)

TEMANISHA.COM