Layanan DARA menyediakan ruang konsultasi privat yang dapat dimanfaatkan anak maupun keluarga untuk membahas persoalan kecanduan digital secara aman dan tepat. Program ini dirancang agar penggunaan gim daring tetap seimbang, tanpa menghambat hak anak untuk berekspresi dan berkreasi.
Konsultasi privat yang mudah dijangkau
Melalui DARA, orangtua dan anak dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional secara rahasia dan nyaman. Akses layanan ini tersedia melalui situs resmi https://adiksi.igrs.id/ maupun WhatsApp Indonesia Game Rating System (IGRS) di nomor 0811806860.
“DARA dirancang sebagai teman bercerita dan wadah konsultasi privat. Anak maupun keluarga bisa berbagi masalah tanpa rasa takut atau stigma,” kata Menkomdigi, Meutya Hafid.
Ia menjelaskan bahwa layanan ini hadir sebagai respons atas keresahan banyak orangtua yang melihat perubahan perilaku anak akibat terlalu sering bermain gim.
Peran keluarga sangat menentukan
Di sisi lain, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan bahwa kecanduan gim tidak bisa dianggap sekadar kenakalan biasa pada anak. Menurutnya, keluarga memegang peran penting dalam memberikan pendampingan.
“DARA menempatkan keluarga sebagai pengawal utama. Dengan panduan praktis yang tidak menghakimi, orang tua bisa membantu anak menikmati gim secara sehat tanpa mengorbankan hak mereka,” kata Arifah.
Mengutamakan pemulihan tanpa stigma
Layanan DARA dikembangkan oleh talenta muda Indonesia dengan pendekatan yang menekankan empati dalam proses pemulihan. Fokus utama program ini bukan memberi hukuman, melainkan membantu anak dan keluarga menemukan keseimbangan dalam penggunaan teknologi.
“Penting bagi kami bahwa setiap interaksi di DARA mendorong pemahaman dan perbaikan perilaku, bukan sekadar menghukum. Tujuannya, anak tetap bisa kreatif melalui gim tanpa terjebak kecanduan,” ujar Kepala Tim Pengembangan Layanan DARA, Rizal Santoso.
Peluncuran DARA menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan ramah bagi anak. Diharapkan, layanan ini dapat membantu meredakan kekhawatiran orangtua sekaligus membimbing anak agar dapat memanfaatkan gim secara sehat dan bertanggung jawab.(*)