TOPMEDIA – LONDON — Tim balap Rocket Racing Bali mengambil langkah strategis untuk memperkuat kiprahnya di dunia motorsport dengan merekrut pembalap muda Indonesia, Nadeem Zimraan Rustombi, untuk berlaga di ajang Porsche Sprint Challenge Indonesia 2026.
Nadeem, yang kini berusia 19 tahun dan sedang menempuh pendidikan di London, Inggris, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pembalap profesional. Selain menjalani studi, ia juga mengikuti kursus balap profesional sebagai bagian dari persiapannya meniti karier di dunia otomotif.
Potensi Nadeem mulai mencuri perhatian ketika dirinya mencatatkan waktu tercepat di kelasnya dalam sesi test drive Porsche Sprint Challenge 2025 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Catatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan Rocket Racing Bali untuk merekrutnya sebagai bagian dari skuad tim menghadapi musim kompetisi 2026.
CEO Rocket Racing Bali, Purwo Handoko, berharap kehadiran Nadeem dapat memperkuat tim sekaligus membuka peluang bagi talenta muda Indonesia untuk bersaing di ajang balap mobil berstandar internasional.
Menurut Purwo, pengembangan pembalap muda menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem motorsport Indonesia yang semakin kompetitif.
Perkuat Tim, Bidik Kompetisi Asia
Selain mempersiapkan diri menghadapi Porsche Sprint Challenge Indonesia 2026, Rocket Racing Bali juga merancang langkah untuk memperluas kiprahnya di tingkat regional melalui Porsche Carrera Cup Asia 2026.
Dalam rencana tersebut, pembalap senior Aldio Oekon diproyeksikan menjadi andalan tim untuk menghadapi persaingan di level internasional. Pengalaman Aldio diharapkan dapat melengkapi potensi Nadeem sebagai pembalap muda yang tengah membangun karier profesionalnya.
Purwo menilai perpaduan antara pembalap berpengalaman dan talenta muda merupakan modal penting bagi perkembangan tim.
“Kami berharap kedua pembalap dapat saling menularkan pengalaman dan semangat mereka untuk mengharumkan nama Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya, di kancah dunia,” ujar Purwo.
Rencana keikutsertaan dalam kompetisi regional tersebut juga menjadi bagian dari strategi Rocket Racing Bali untuk memperkenalkan kemampuan motorsport Indonesia kepada publik internasional.
Purwo menjelaskan, timnya tidak mengikuti Porsche Carrera Cup Asia 2025 karena keterbatasan waktu persiapan setelah menerima pemberitahuan dari panitia dalam waktu yang dinilai terlalu singkat.
Menurutnya, persiapan kompetisi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis kendaraan dan kesiapan pembalap, tetapi juga mencakup promosi serta berbagai kegiatan pendukung yang menjadi bagian dari strategi tim.
Motorsport sebagai Penggerak Pariwisata dan Investasi
Bagi Rocket Racing Bali, olahraga otomotif memiliki potensi yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi di lintasan. Motorsport juga dapat menjadi instrumen untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan peluang investasi Indonesia kepada masyarakat internasional.
Purwo menegaskan bahwa semangat tersebut menjadi landasan pengembangan Rocket Racing Bali.
“Kami dibangun dengan semangat untuk mempromosikan Indonesia melalui olahraga otomotif, pariwisata, budaya, dan investasi. Karena itu, kami selalu mengatakan bahwa ‘WE ARE BEYOND SPORT’,” tegasnya.
Pendekatan tersebut menempatkan motorsport sebagai bagian dari pengembangan sport tourism, yakni pemanfaatan kegiatan olahraga untuk mendorong aktivitas pariwisata dan ekonomi di suatu daerah.
Bali, dengan daya tarik pariwisata internasionalnya, dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan ekosistem olahraga otomotif yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dukungan terhadap gagasan tersebut juga disampaikan Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu. Ia menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Rocket Racing Bali dalam mengembangkan sportcar tourism di Pulau Dewata.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pembangunan sirkuit gokart berstandar internasional beserta ekosistem pendukungnya di Bali. Rencana tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik investasi sekaligus membuka peluang pengembangan industri otomotif dan pariwisata.
Purwo mengapresiasi dukungan tersebut dan menilai kolaborasi antara pelaku industri olahraga dengan pemerintah dapat menjadi langkah penting dalam memperluas kontribusi motorsport terhadap perekonomian nasional.
Ia berharap pengembangan ekosistem otomotif di Bali dapat berjalan beriringan dengan penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Balapan dan Promosi Indonesia di Panggung Internasional
Rocket Racing Bali juga berencana memanfaatkan partisipasinya dalam Porsche Carrera Cup Asia 2026 sebagai sarana promosi Indonesia di tingkat internasional.
Selain mengikuti kompetisi, tim tersebut merencanakan kegiatan pendukung berupa pertemuan dengan calon investor atau Investors Gathering yang melibatkan Kementerian Investasi dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Melalui pendekatan tersebut, kegiatan motorsport diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membuka ruang kolaborasi bisnis dan memperkenalkan potensi investasi Indonesia.
Bagi Nadeem Zimraan Rustombi, bergabung dengan Rocket Racing Bali menjadi kesempatan untuk melanjutkan perjalanan sebagai pembalap muda Indonesia yang ingin menembus persaingan profesional.
Sementara bagi Rocket Racing Bali, perekrutan Nadeem dan rencana ekspansi kompetisi menjadi bagian dari upaya membangun tim yang kompetitif sekaligus membawa misi promosi Indonesia melalui olahraga otomotif.
Perjalanan menuju musim kompetisi 2026 pun menjadi momentum untuk menghubungkan pengembangan talenta muda, prestasi motorsport, pariwisata, dan investasi dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
TOP Media | Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif



















