Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Setelah Singapura, Kini Malaysia Ikuti Teknologi QRIS Buatan Indonesia

×

Setelah Singapura, Kini Malaysia Ikuti Teknologi QRIS Buatan Indonesia

Sebarkan artikel ini
QRIS yang menjadikan RI sebagai pelopor sistem pembayaran nontunai yang terintegrasi di kawasan ASEAN. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Malaysia membuntuti Singapura mengadopsi sistem pembayaran serupa QRIS buatan Indonesia.

Informasi ini melihat aturan Bank Sentral Malaysia yang menghapus jaringan pembayaran QR milik setiap penyedia secara bertahap selama dua tahun ke depan.

HALAL BERKAH

Nantinya sistem ini akan menjadi satu pembayaran QR yang terintegrasi dan saling terhubung (interoperable).

Dilansir dari The Edge Malaysia, Senin (13/7/2026), bersama dokumen kebijakan interoperable Fund Transfer Framework yang baru diterbitkan, kini seluruh jaringan QR proprietary wajib dihentikan selambat-lambatnya 30 Juni 2028.

Kemudian selama masa transisi tersebut, lembaga keuangan terdampak dilarang merekrut merchant baru ke jaringan QR tertutup mereka.

Diketahui bahwa tujuan kebijakan ini adalah agar masyarakat menggunakan aplikasi bank atau dompet digital (ewallet) mana saja yang berpartisipasi guna melakukan sistem pembayaran sehingga mereka tidak terus bergantung pada sistem tertutup yang dioperasikan masing-masing penyedia layanan.

Baca Juga:  Pemerintah Jamin Harga Daging Normal di Bulan Ramadan dan Idul Fitri

Semenjak aturan terbit, bank kemudian wajib menyediakan layanan pembayaran QR. Para nasabah pun harus dimungkinkan untuk melakukan pembayaran kepada merchant yang dilayani oleh seluruh acquirer yang berpartisipasi.

Di Malaysia, mereka menamakan sistem ini Real-time Retail Payments Platform. Sistem yang mendukung DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Platform ini dioperasikan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet).

Malaysia mengambil langkah ini seiring meningkatnya penggunaan layanan transfer dana secara elektronik di sana.

Menurut BNM, mobile banking telah menjadi kanal pembayaran favorit masyarakat dan mendorong adopsi transaksi digital secara berkelanjutan.

Pada kenyataan itu, setiap warga Malaysia rata-rata melakukan sedikitnya 1,5 transaksi pembayaran elektronik setiap hari.

Baca Juga:  H-2 Lebaran, Penumpang di Bandara Soetta Tembus 1,2 Juta, Rute Surabaya dan Denpasar Jadi Primadona

“Pencapaian ini ditopang oleh infrastruktur pembayaran bersama yang berfungsi sebagai jaringan interoperabilitas yang menghubungkan rekening bank dan rekening uang elektronik nonbank, baik untuk transfer dana antar rekening maupun pembayaran kepada merchant,” tulis bank sentral Malaysia.

Secara universal, diharapkan QR dapat membantu wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Malaysia.

Sementara di negara penemu sistem pembayaran elektronik menyatakan bahwa sistem QRIS sudah lebih dahulu diperkenalkan pada 2019. Hal ini menjadikan RI sebagai pelopor sistem pembayaran yang terintegrasi menjadi satu.

Pada pertengahan 2026, QRIS telah digunakan lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia.

QRIS juga telah digunakan lintas negara seperti Singapura, Malaysia, sampai Thailand. Baru-baru ini, QRIS sudah bisa dipakai di China.

Baca Juga:  Ekonomi RI Masih Kokoh, Risiko Resesi Rendah

Sejak November 2023, QRIS telah terintegrasi dengan SGQR Singapura yang terus memudahkan wisatawan dari Indonesia dapat melakukan transaksi di sana tanpa harus menukar uang terlebih dahulu ke mata uang dollar Singapura. (*)

TEMANISHA.COM