TOPMEDIA – Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, sedang mengalami “penyakit” yang diidamkan banyak pelatih dunia yakni kelimpahan talenta. Menjelang laga krusial leg pertama babak 16 besar Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Parc des Princes, dini hari nanti (12/3), Rosenior mengaku masih mengunci rapat daftar sebelas pemain pertamanya (starting XI).
Bagi Rosenior, memilih pemain untuk laga menentukan menghadapi sang juara bertahan bukan sekadar soal taktik, melainkan seni mengelola ego para bintang. Chelsea datang ke Paris dengan ambisi besar dan modal skuad yang sedang panas-panasnya.
“Kami memiliki skuad yang penuh dengan pemain top. Jangankan menentukan sebelas pemain inti, menentukan siapa yang akan duduk di bangku cadangan saja sudah sulit,” ungkap Rosenior sebagaimana dilansir dari laman resmi klub, Rabu (11/3/2026).
Sorotan utama tertuju pada pos di bawah mistar gawang. Persaingan antara Filip Jorgensen dan Robert Sanchez kian memanas. Sanchez baru saja tampil impresif selama 90 menit penuh saat The Blues melibas Wrexham di ajang Piala FA pada akhir pekan lalu. Namun, Jorgensen punya catatan stabil di kancah domestik.
Rosenior tak mau terjebak dalam sentimen. Ia menegaskan bahwa jam terbang dan kualitas mental di laga besar akan menjadi tolok ukur utama. “Saya akan memilih apa yang menurut saya tepat untuk setiap pertandingan. Kalian akan melihat keputusannya, besok (hari ini, Red),” tegasnya dengan nada diplomatis namun penuh teka-teki.
Di kubu tuan rumah, atmosfer pertandingan dipastikan membara. Namun, penyerang andalan PSG, Bradley Barcola, mencoba mendinginkan suasana. Meski publik Paris masih terluka akibat kekalahan menyakitkan 0-3 dari Chelsea di final Piala Dunia Antarklub 2025 lalu, Barcola menolak narasi balas dendam.
Bagi pemain muda bertalenta ini, fokus utama Les Parisiens adalah mengamankan tiket perempat final, bukan menengok ke masa lalu. “Kami tahu Chelsea adalah tim yang sangat bagus. Ini akan sulit, tapi kami telah bekerja keras,” ujar Barcola.
PSG memang sempat tertatih-tatih di fase grup musim ini. Namun, sejarah mencatat bahwa raksasa Prancis ini kerap kali meledak justru di saat mereka diragukan. “Saya pikir kami selalu mampu melampaui ekspektasi. Kami memberikan 100 persen agar siap,” pungkasnya.
Duel dini hari nanti bukan sekadar adu strategi antara sang tactician, Rosenior dan Luis Enrique. Melainkan panggung pembuktian bagi Chelsea apakah kemewahan skuad mereka cukup untuk membungkam publik Parc des Princes yang haus akan kejayaan Eropa. (*)
Perkiraan Susunan Pemain:
PSG (4-3-3): Donnarumma (g); Hakimi, Marquinhos (c), Pacho, Nuno Mendes; Vitinha, Zaire-Emery, Fabian Ruiz; Dembele, Barcola, Kolo Muani.
Pelatih: Luis Enrique
Chelsea (4-2-3-1): Sanchez (g); Gusto, Fofana, Colwill, Cucurella; Enzo Fernandez, Moises Caicedo; Madueke, Cole Palmer, Jadon Sancho; Nicolas Jackson.
Pelatih: Liam Rosenior



















