TOPMEDIA-Laga tandang melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri bukan perkara mudah bagi tim mana pun, termasuk Persebaya Surabaya.
Stadion yang berada di Samarinda tersebut dikenal memiliki aura “angker” bagi tim tamu karena kuatnya dominasi tuan rumah setiap kali bermain di kandang.
Pada awal musim Liga 1 Indonesia 2025/2026 atau yang saat itu dikenal sebagai BRI Super League, Borneo FC mencatatkan performa impresif.
Hingga November 2025, tim berjuluk Pesut Etam itu berhasil membukukan 11 kemenangan beruntun, sebuah catatan luar biasa yang memperlihatkan konsistensi mereka di kompetisi.
Sebagian besar kemenangan tersebut diraih saat bermain di Stadion Segiri. Atmosfer stadion yang dipenuhi dukungan suporter fanatik membuat markas Borneo FC itu kerap disebut sebagai “neraka” bagi tim lawan.
Dominasi tersebut berlangsung sejak awal musim ketika Borneo FC menyapu bersih 11 pertandingan pertama mereka. Rekor kemenangan beruntun itu akhirnya terhenti setelah mereka takluk 0-1 dari Bali United FC pada 30 November 2025.
Meski sempat terhenti, performa kandang Borneo FC tetap tercatat sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub. Data hingga November 2025 menunjukkan bahwa Stadion Segiri menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka meraih poin penuh.
Situasi ini membuat Persebaya harus menyiapkan mental dan strategi matang jika ingin membawa pulang kemenangan dari Samarinda.
Tim berjuluk Green Force dituntut bermain disiplin, fokus, dan bekerja keras sejak peluit awal dibunyikan hingga pertandingan berakhir.
Tanpa semangat juang tinggi dan konsentrasi penuh sepanjang laga, upaya mencuri poin di stadion yang dikenal angker tersebut akan menjadi tugas yang sangat berat bagi Persebaya.



















