TOPMEDIA – Manajemen Persebaya Surabaya akhirnya mengambil langkah radikal demi menjaga marwah Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Mulai April mendatang hingga pengujung musim 2025/2026, area Tribun Utara atau yang karib disapa Curva Nord dipastikan bakal kosong melompong.
Sterilisasi total ini merupakan buntut dari masifnya pelanggaran etika dan keamanan saat menjamu Persib Bandung, Senin (2/3) lalu.
Keputusan berani ini diumumkan secara resmi oleh manajemen melalui akun Instagram klub pada Kamis (5/3) malam.
Menariknya, langkah ini bukan merupakan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI, melainkan murni inisiatif internal manajemen Green Force setelah berkoordinasi intensif dengan kepolisian dan para pemangku kepentingan (stakeholder).
Atmosfer laga pekan ke-24 Super League 2025/2026 melawan Persib Bandung memang menjadi titik nadir. Sepanjang laga, hujan suara ledakan petasan dan percikan kembang api terus menggema di sisi utara.
Tak hanya itu, provokasi verbal berupa nyanyian rasis dan ujaran kebencian terdengar silih berganti, mencoreng sportivitas di lapangan hijau.
“Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan jajaran kepolisian dan stakeholder. Dasarnya adalah marak dan masifnya ujaran kebencian dan penyalaan petasan di Tribun Utara pada Senin lalu,” tulis pernyataan resmi manajemen Persebaya.
Meski imbauan telah berulang kali disuarakan, oknum penonton di tribun tersebut justru semakin menjadi-jadi hingga peluit panjang dibunyikan. Manajemen menilai tindakan ini sudah melewati batas toleransi dan membahayakan keselamatan ribuan suporter lainnya.
Bagi Persebaya, mengosongkan tribun bukan sekadar soal hukuman, melainkan upaya edukasi keras. Manajemen menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan penonton adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
“Ini dilakukan demi menjaga marwah sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, serta kemanusiaan,” lanjut pernyataan tersebut.
Penutupan permanen hingga akhir musim ini akan mulai efektif pada laga kandang bulan depan. Total ada empat laga sisa di GBT yang bakal berlangsung tanpa dukungan dari tribun utara. Yaitu laga lawan Persita Tangerang pada 4 April 2026, derby Suramadu lawan Madura United (17 April), PSBS Biak (2 Mei) dan Persik Kediri (23 Mei).
Dengan kebijakan ini, manajemen berharap GBT bisa kembali menjadi tempat yang ramah bagi keluarga dan pecinta sepak bola sejati. Sementara itu, kelompok suporter penghuni Tribun Utara dipastikan harus “menepi” sejenak dari rumah mereka sendiri hingga kompetisi musim ini tuntas. (*)



















