TOPMEDIA – Pemerintah mengambil langkah berani dalam peta jalan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa pesta olahraga multicabang empat tahunan tersebut tetap akan digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), namun dengan satu syarat ketat tidak ada pembangunan fasilitas olahraga baru.
Keputusan ini menjadi titik balik dalam sejarah penyelenggaraan PON yang selama ini identik dengan pembangunan infrastruktur besar-besaran di daerah tuan rumah.
Kepastian mengenai status tuan rumah ini disampaikan Erick Thohir setelah melakukan sinkronisasi dengan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan Sekjen KONI Lukman Djajadikusuma.
Erick menekankan bahwa meskipun diskusi mengenai tuan rumah bersama sempat dinamis, pemerintah akhirnya memutuskan untuk mempertahankan mandat NTB dan NTT. Namun, situasi ekonomi dan efektivitas anggaran memaksa adanya perubahan kebijakan yang signifikan.
“Memang sepertinya ada diskusi bahwa NTT-NTB itu tetap menjadi tuan rumah PON secara bersama. Tetapi dengan situasi saat ini, pembangunan fasilitas tambahan itu tidak dimungkinkan,” ujar Erick Thohir.
Langkah moratorium pembangunan venue baru ini bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan hasil koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, pemerintah menyoroti banyaknya fasilitas olahraga di berbagai daerah yang kini kondisinya mangkrak dan memprihatinkan.
Evaluasi menunjukkan pola yang berulang, bahwa daerah membangun stadion atau gelanggang olahraga (GOR) megah demi mengejar gengsi penyelenggaraan, namun gagal dalam pemeliharaan pasca-acara.
Evaluasi fasilitas olahraga pasca-event menunjukkan antara lain banyak gedung yang jarang digunakan setelah upacara penutupan, anggaran daerah (APBD) seringkali tidak mampu menutup biaya operasional yang tinggi, dan fasilitas yang tidak maksimal pembangunannya sehingga cenderung cepat rusak dan terbengkalai.
“Banyak sekali fasilitas-fasilitas yang tidak maksimal. Nah, jadi salah satunya (kebijakan PON 2028) tidak ada venue baru,” tambah Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut. (*)



















