Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Dorong Minat Baca Anak Lewat OBROLIN di Balai Pemuda

×

Dorong Minat Baca Anak Lewat OBROLIN di Balai Pemuda

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak-anak membaca.freepik.
toplegal

TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menggelar kegiatan Obrolan Literasi Membaca Nyaring (OBROLIN) di Balai Pemuda Surabaya, Kamis (12/2/2026).

Mengusung tema “Dari Suara, Tumbuh Cinta Membaca!”, kegiatan ini menjadi wadah edukatif dan inspiratif untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini melalui pendekatan yang hangat, dekat, dan menyenangkan.

HALAL BERKAH

Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa membaca nyaring bukan sekadar membacakan teks dengan suara lantang.

Menurutnya, metode ini menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak melalui interaksi yang penuh kehangatan.

Melalui suara yang disampaikan dengan empati, anak akan merasa aman dan nyaman. Dari situ, mereka tidak hanya mengenal cerita, tetapi juga mulai menumbuhkan kecintaan terhadap buku secara alami.

Baca Juga:  Resmikan Koperasi Merah Putih, Menko Zulkifli Hasan Ajak Masyarakat Surabaya Semangat Berwirausaha

“Lewat suara orang tua, guru, dan pendamping literasi, anak-anak mengenal bahasa, emosi, dan imajinasi. Kecintaan membaca tumbuh bukan karena paksaan, melainkan dari rasa senang dan nyaman,” ujar Rini Indriyani.

Ia menjelaskan, membaca nyaring merupakan jembatan awal dalam membangun kemampuan literasi.

Meski anak belum dapat membaca secara mandiri, mereka tetap mampu menyerap kosakata, intonasi, serta makna cerita yang disampaikan. Literasi, menurutnya, dapat dimulai dari hal sederhana, seperti meluangkan waktu untuk berbagi cerita.

“Ketika anak merasa didengar dan ditemani, buku akan menjadi sahabat yang menyenangkan. Dari kebiasaan kecil ini akan lahir generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis,” tuturnya.

Rini Indriyani juga mengajak keluarga, sekolah, dan komunitas untuk menjadikan membaca nyaring sebagai budaya. Ia menilai, gerakan literasi tidak cukup hanya dilakukan di ruang kelas, tetapi perlu hadir di rumah dan ruang publik sebagai bagian dari keseharian anak.

Baca Juga:  Waspada! Virus Nipah Ada di Sekitar Kita

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyampaikan bahwa OBROLIN menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi di Kota Pahlawan.

Ke depan, kegiatan membaca nyaring tidak hanya digelar di sekolah atau PAUD, tetapi akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami memiliki Taman Bacaan Masyarakat di setiap wilayah yang siap dikembangkan bersama warga. Harapannya, akan muncul duta baca dari kalangan orang tua yang menjadi penggerak literasi di lingkungannya,” jelas Yusuf.

Menurut Yusuf, membaca nyaring berperan penting dalam memperkaya kosakata anak sebelum memasuki tahap menulis. Dengan bekal kosakata sejak dini, anak akan lebih siap secara kognitif dan emosional saat memasuki usia sekolah.

Baca Juga:  5 Fitur AI Eksklusif di Google Pixel 9 Series yang Gak Akan Kamu Temukan di HP Lain

“Anak yang terbiasa mendengar cerita akan lebih mudah belajar menulis karena sudah mengenal banyak kata. Hubungan emosional antara orang tua dan anak juga menjadi semakin kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah orang tua dengan anak usia 0 hingga 4 tahun, karena pada fase tersebut stimulasi bahasa sangat menentukan perkembangan anak.

Ke depan, Dispusip akan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah untuk memastikan gerakan literasi berjalan lebih terintegrasi.

Melalui berbagai layanan pendampingan keluarga, Pemkot Surabaya berharap kebiasaan berkomunikasi, bercerita, dan membaca dapat tumbuh sejak dini di lingkungan keluarga.

Dengan fondasi tersebut, anak diharapkan berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, komunikatif, dan berkarakter.

TEMANISHA.COM