Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Waspada Campak Saat Mudik! Wamenkes Minta Anak Bergejala Diisolasi, Jangan Dipaksa Kumpul Keluarga

×

Waspada Campak Saat Mudik! Wamenkes Minta Anak Bergejala Diisolasi, Jangan Dipaksa Kumpul Keluarga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak terjangkit gejala campak. (Foto: AI by Gemini)
toplegal

TOPMEDIA – Euforia mudik Lebaran 2026 tidak boleh membuat masyarakat lengah terhadap ancaman penyakit menular. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memberikan peringatan khusus bagi para orang tua jika buah hati menunjukkan gejala campak, sebaiknya segera diisolasi dan tidak dipaksakan ikut dalam kerumunan silaturahmi keluarga di kampung halaman.

Langkah tegas ini diperlukan untuk memutus rantai penularan. “Kalau mereka terkena campak, harus dilakukan isolasi. Jangan ikut kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung. Jika mendesak, harus pakai masker agar tidak menulari anggota keluarga lainnya,” tegas Dante saat meninjau posko kesehatan mudik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

HALAL BERKAH

Menurut Dante, gejala campak sebenarnya cukup mudah dideteksi secara dini oleh orang tua karena tanda-tandanya kasat mata. Salah satu ciri khasnya adalah munculnya ruam atau bintik kemerahan yang biasanya berawal dari area belakang leher.

Baca Juga:  Campak Berisiko Kematian, Pakar Unair Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini dan Vaksinasi

“Perhatikan jika anak demam disertai bintik-bintik merah, terutama di bagian belakang telinga atau leher yang berkeringat. Nah, itu pertanda kuat campak,” jelasnya.

Selain kewaspadaan terhadap penyakit menular, Kemenkes juga mengoptimalkan layanan preventif sepanjang jalur mudik. Berbagai posko kesehatan di stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, hingga rest area kini menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Langkah ini diambil agar pemudik bisa memastikan kondisi fisik mereka tetap prima sebelum menempuh perjalanan jauh. “Diharapkan dengan kegiatan preventif seperti ini, perjalanan mudik bisa berjalan lancar dan semua sampai di tujuan dengan sehat,” tutur Dante.

Menariknya, berdasarkan pantauan di posko kesehatan Stasiun Gambir, Dante mengungkapkan bahwa mayoritas pemudik yang memeriksakan diri justru terdeteksi mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi. Selain itu, kasus diabetes dan influenza juga mendominasi hasil pemeriksaan.

Baca Juga:  Surabaya–Hohhot Siap Jalin Sister City, Perkuat Investasi Energi Terbarukan dan AI

“Tadi saya lihat yang paling tinggi itu hipertensi. Ada juga yang diabetes dan influenza. Mereka yang terdeteksi langsung kami tangani dan berikan obat di tempat secara gratis,” tambahnya.

Wamenkes berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas CKG ini secara maksimal. “Kita kombinasikan pemeriksaan kesehatan rutin saat mudik dengan program CKG ini agar mudik tahun ini benar-benar aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (*)

TEMANISHA.COM