Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Wapres ke-6 Try Sutrisno Wafat, Istana Sampaikan Dukacita Mendalam

×

Wapres ke-6 Try Sutrisno Wafat, Istana Sampaikan Dukacita Mendalam

Sebarkan artikel ini
Wapres ke-6 Try Sutrisno. (Foto: Istimewa/dok TVRI)
toplegal

TOPMEDIA – Kabar duka menyelimuti ibu pertiwi. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, tutup usia pada Senin (2/3) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Tokoh militer bersahaja kelahiran Surabaya itu mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada usia 90 tahun. Berdasarkan informasi, almarhum wafat setelah dirawat di Ruang CICU akibat mengalami penurunan kondisi kesehatan sebelum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 06.58 WIB.

HALAL BERKAH

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia merasakan dukacita yang luar biasa atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa tersebut.

“Benar, Bapak Try Sutrisno telah meninggal dunia. Kita berdukacita sangat mendalam,” ungkap Prasetyo Hadi saat dikofirmasi di Jakarta, Senin.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Prasetyo Hadi telah menginstruksikan jajaran RSPAD Jakarta, Komando Garnisun Tetap I/Jakarta, hingga Kementerian Sekretariat Negara untuk mengawal seluruh prosesi.

Baca Juga:  BI Buka Suara soal Rencana Pemerintah Redenominasi Rupiah dari Rp 1000 Jadi Rp1

“Segala kebutuhan mulai dari pemulasaraan jenazah hingga upacara pemakaman secara militer disiapkan dengan standar tertinggi. Saya sudah meminta RSPAD, Garnisun, dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik bagi almarhum,” kata Mensesneg.

Kabar duka ini pertama kali tersiar dari pihak keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tempat almarhum mengabdikan diri di masa tuanya sebagai Dewan Pengarah.

Setelah proses pemulasaran di RSPAD, jenazah almarhum dibawa menuju rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Pihak keluarga menyampaikan pesan menyentuh ungkapan dukacita dan meminta doa dan pintu maaf bagi almarhum.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” tulis pesan dari pihak keluarga.

Baca Juga:  Hadiri Pertemuan Ormas Islam dengan Presiden Prabowo di Istana, Gubernur Jatim Khofifah Optimis Perkuat Harmoni Bangsa

Profil Singkat Jenderal Bintang Empat

Dikutip dari laman resmi Pusat Penerangan TNI, tni.mil.id, Try Sutrisno lahir di Genteng Bandar Lor, Surabaya, 15 November 1935.

Ia anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah. Ayahnya adalah seorang sopir ambulans di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.

Try Sutrisno memulai karir di dunia militer pada usia 21 tahun saat ia diterima menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) pada 1956.

Baru setahun menjalani pendidikan, Try Sutrisno sudah harus ikut berperang. Ia menjadi prajurit yang diterjunkan menumpas pemberontakan Pemerintahan Revolusioner Republik indonesia (PRRI)/Permesta.

Lima tahun kemudian, Try Sutrisno terlibat dalam Operasi Pembebasan Irian Barat yang saat itu dipimpin Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi.

Karirnya terus menanjak hingga ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting di tubuh TNI AD. Pada tahun 1978, ia sudah menjabat sebagai kepala staf Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi panglima Kodam IV/Sriwijaya.

Baca Juga:  Menteri Purbaya Ungkap Alasan Soeharto Bertahan 31 Tahun, Stabilitas Ekonomi Jadi Kuncinya

Pada 1985, ia diangkat sebagai wakil kepala staf Angkatan Darat, lalu menjabat sebagai kepala staf Angkatan Darat pada periode 1986 hingga 1988.

Saat menjabat sebagai KSAD, ia menggagas pembentukan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI AD sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan prajurit.

Puncak kariernya di militer tercapai ketika ia diangkat oleh Presiden Soeharto sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab) pada periode 1988 hingga 1993.

Pengalaman panjang di militer menguatkan posisinya sebagai tokoh strategis di lingkaran pemerintahan saat itu. Hingga pada 1993, Try Sutrisno terpilih menjadi wakil presiden Indonesia keenam mendampingi Presiden Soeharto hingga 1998. (*)

TEMANISHA.COM