TOPMEDIA – Gedung eks Hi-Tech Mal yang legendaris di kawasan Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya kini tengah bersiap menyambut babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mengebut proses revitalisasi gedung tersebut untuk diubah menjadi Science, Creative, and Technology Hub, sebuah ruang terpadu bagi riset, teknologi informasi, hingga industri kreatif.
Pemkot menargetkan revitalisasi gedung eks pusat IT ini sudah bisa dinikmati publik pada Mei 2026. Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan upaya strategis Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut sebagai wadah produktivitas generasi muda.
Proses pembenahan saat ini berfokus pada penguatan fondasi dan estetika bangunan. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, menjelaskan bahwa perbaikan tahap awal meliputi area basement, lantai dasar, hingga pembenahan total fasad dan pilar-pilar gedung.
“Pak Wali rutin turun langsung ke lokasi karena tujuannya memang mengaktifkan kembali kawasan ini agar bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda,” kata Iman, Jumat (6/2/2026).
Strategi pengerjaan dilakukan secara bertahap mengingat gedung tersebut sudah cukup lama tidak difungsikan secara optimal. “Tahap awal kami fokus di basement, lantai dasar, dan lantai tiga. Lantai satu dan dua akan menyusul setelahnya,” tambahnya.
Ambisi menjadikan eks Hi-Tech Mal sebagai pusat sains bukan sekadar jargon. Pemkot Surabaya menggandeng raksasa teknologi dan institusi pendidikan ternama untuk mengisi ekosistem di dalamnya.
Sejumlah kolaborasi yang tengah dijajaki antara lain dengan Universitas Ciputra (UC) untuk pengembangan melalui Apple University.
Kemudian dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk penguatan ekosistem digital dengan dukungan Microsoft. Selain itu juga dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk pengembangan riset dan teknologi terapan.

Selain itu, pusat kegiatan yang selama ini tersebar akan dipusatkan di sini. KORIDOR Coworking & Creative Space yang ikonik akan diboyong dari Gedung Siola. Begitu pula dengan Rumah Bahasa dan perpustakaan dari Balai Pemuda.
Gedung setinggi lima lantai ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup modern dan pengembangan diri (self-improvement center).
Berikut adalah pembagian zonasi barunya:
- Lantai Basement: Toko modern, food court, dan multifunction hall komunitas.
- Lantai Dasar: Pusat belanja IT (mempertahankan identitas asli) dan area F&B.
- Lantai 1 & 2: Kantor organisasi kepemudaan (Cak & Ning, Karang Taruna), studio musik, dan industri kreatif.
- Lantai 3: Immersive space (ruang audio visual interaktif) untuk pameran dan seni.
- Fasilitas Lain: Bioskop lokal, area olahraga (paddle, biliar), dan lapangan mini soccer.
Tak hanya di dalam gedung, area belakang juga mulai bergeliat. Surabaya Expo Center (SBEC) kini telah aktif sebagai lokasi konser, sementara bekas kolam renang THR sedang dialihfungsikan menjadi fasilitas olahraga terbuka.
Langkah Pemkot Surabaya ini diharapkan mampu menghapus kesan terbengkalai yang sempat melekat pada kawasan THR. Dengan mengintegrasikan olahraga, seni, dan teknologi, eks Hi-Tech Mal diproyeksikan menjadi destinasi keluarga sekaligus laboratorium kreativitas di jantung Kota Pahlawan.
“Konsep besarnya adalah menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik modern yang mandiri,” pungkas Iman. (*)



















