TOPMEDIA – Klaim yang sempat ramai di media sosial itu akhirnya berujung klarifikasi resmi. Nama Ayu Aulia mendadak jadi sorotan setelah ia mengunggah momen bertuliskan “pelantikan” dan mengaku sebagai bagian dari tim kreatif Kementerian Pertahanan RI.
Cerita itu tak berhenti di unggahan Instagram. Dalam perbincangan di kanal YouTube milik Rey Utami, Ayu Aulia bahkan menyebut bahwa posisinya diperoleh melalui proses seleksi yang ketat. Ia menggambarkan Kementerian Pertahanan sebagai institusi yang “keren” dan menegaskan dirinya ditempatkan di ranah kreatif, bukan pada urusan militer atau persenjataan.
Namun, euforia tersebut rupanya tak sejalan dengan versi resmi pemerintah. Sehari setelah pernyataan itu beredar luas, pihak Kementerian Pertahanan RI angkat bicara dan secara tegas membantah klaim tersebut.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Rico Ricardo, menjelaskan bahwa kehadiran Ayu Aulia di lingkungan kementerian bukanlah dalam kapasitas sebagai pegawai atau tim kreatif Kemhan. Menurutnya, beberapa waktu lalu ada sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jakarta yang meminjam fasilitas di lingkungan kementerian untuk menggelar kegiatan. Dalam acara itulah Ayu Aulia hadir, sebagai undangan dan tim kreatif dari ormas tersebut.
“Dalam kegiatan itu, Ayu Aulia diundang sebagai bagian dari tim kreatif organisasi kemasyarakatan, bukan sebagai tim kreatif Kemhan,” ujar Rico Ricardo kepada awak media pada Rabu, 24 Desember 2025.

Kemhan pun menegaskan tidak pernah menerbitkan surat keputusan, dokumen resmi, maupun penugasan apa pun yang mengangkat Ayu Aulia sebagai bagian dari institusi tersebut. Tidak ada pelantikan, tidak ada pengangkatan, dan tidak ada tugas, baik secara struktural maupun nonstruktural.
Klarifikasi ini, menurut Kemhan, penting disampaikan untuk meluruskan informasi yang telanjur berkembang di ruang publik. Pihak kementerian juga mengapresiasi peran media yang aktif melakukan konfirmasi demi menjaga akurasi informasi.
Hingga berita ini dipublikasikan, Ayu Aulia belum memberikan tanggapan resmi atas bantahan tegas dari Kementerian Pertahanan. Polemik pun sementara berakhir di meja klarifikasi, meninggalkan publik dengan satu pesan penting: tidak semua yang tampak seperti “pelantikan” benar-benar berarti pengangkatan resmi. (*)

















