TOPMEDIA – Putri Ikang Fawzi, Marsha Chikita Fawzi, akhirnya buka suara mengenai dicopotnya dirinya menjadi petugas haji 2026.
Saat ditemui di studio Rumpi, Trans TV, Jakarta Selatan, kemarin, anak kedua mendiang Marissa Haque dan Ikang Fawzi itu menceritakan kronologi dirinya dipulangkan jadi petugas haji.
“Jadi waktu itu malam-malam pas lagi mengikuti kelas bahasa Arab, ada salah satu bapak dari Kementerian Haji menghampiri aku dan bilang kalau aku diminta pulang gitu dan gak bisa melanjutkan,” ungkapnya dengan nada yang berat, Rabu (28/1/2026) lalu.
Chiki Fawzi, dengan lapang dada menerima keputusan yang sudah disampaikan. Berat dan gak menyangka harus pulang dengan cepat, Chiki berusaha tetap kuat.
“Kalau gak salah, sebenarnya sudah dari siang mereka dikabarin. Tapi mungkin gak enak sama aku buat ngasih tahunya. Jadi, baru dikasih tahu pas malam hari itu,” katanya.
Lanjut Chiki, banyak orang yang ingin mempertahankannya. Tapi, karena sudah keputusan yang sudah bulat, Chiki gak bisa lagi menolak keputusan itu.
“Saat dikasih tahu ya kaget banget, tapi kan memang sudah keputusannya. Jadi, langsung packing dan minta maaf kalau gak bisa meneruskan ini semua. Jadi aku pulang dan sebenarnya banyak yang kaget juga aku pulang malam itu. Tapi kan itu bukan kuasa mereka,” tuturnya.
Chiki Fawzi, tetap menerima. Ia sudah memberikan keterangan mengenai hal ini dalam Instagram miliknya.
“Karena, pada saat aku posting soal kegiatan aku, banyak rekan media yang mau wawancara. Mereka senang dengan semangat yang aku tuangkan dalam Instagram. Kenapa sampai aku bicara, karena, ya aku gak mau mengecewakan mereka. Daripada jauh-jauh ke tempat pelatihan, akhirnya ya aku sampaikan di Instagram,” paparnya.
Tak berselang kemudian setelah berita pemulangan dirinya tersebar luas, Chiki ternyata diminta kembali untuk bergabung menjadi petugas haji 2026. Ia mengaku kaget dengan adanya pihak yang menghubunginya.
“Barusan banget juga aku diminta balik lagi sih,” ujar Chiki dengan wajah yang masih tampak tak percaya saat diwawancarai di kawasan Studio Rumpi: No Secret TransTv, Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, kemarin.
Penjelasan Kemenhaj
Dikutip detikHikmah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan tidak seluruh peserta yang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (Diklat PPIH) secara otomatis ditetapkan sebagai petugas haji.
Hal ini sekaligus menjadi jawaban atas dicopotnya Chikita Fawzi sebagai petugas haji 2026.
Kemenhaj secara tegas mengatakan bahwa proses seleksi dan penetapan petugas sepenuhnya berada dalam kewenangan tim kelompok kerja (pokja) Diklat PPIH.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, menjelaskan keputusan terkait kelulusan peserta diklat telah melalui pertimbangan matang serta disampaikan secara baik kepada peserta yang bersangkutan.
Ichsan menuturkan keikutsertaan dalam Diklat PPIH tidak serta-merta menjamin seseorang menjadi petugas haji. Seluruh proses penilaian dan keputusan dilakukan oleh tim pokja Diklat PPIH berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan.
“Poin terkait keputusan ini sepenuhnya menjadi kewenangan tim pokja Diklat PPIH, dan sudah dipertimbangkan serta disampaikan secara baik kepada yang bersangkutan,” ujar Ichsan dalam keterangannya.
Ichsan menyampaikan juga bahwa Kemenhaj telah menyerahkan seluruh proses penilaian kepada fasilitator dan pelatih yang bertugas selama pelaksanaan diklat.
Keputusan diambil bukan bersifat sepihak, melainkan hasil evaluasi bersama untuk memastikan seluruh tahapan diklat berjalan sesuai dengan standar yang diharapkan.
“Kami sudah menyerahkan semua proses kepada fasilitator dan pelatih. Keputusan ini diambil teman-teman bukan secara sepihak, melainkan untuk memastikan seluruh tahapan diklat benar-benar sesuai dengan yang diharapkan,” jelasnya. (*)

















