TOPMEDIA – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang turut melibatkan Israel membawa dampak luas, termasuk pada sektor penerbangan internasional. Sejumlah rute menuju Jeddah terganggu akibat situasi keamanan yang memanas, membuat beberapa jadwal penerbangan dibatalkan dan berdampak pada keberangkatan calon jemaah umrah.
Kondisi ini juga dirasakan pedangdut ternama Inul Daratista. Ia dan keluarganya terpaksa menunda rencana ibadah umrah yang sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Keberangkatan yang semula dijadwalkan dua pekan lagi harus dibatalkan menyusul kebijakan maskapai yang menghentikan penerbangan ke wilayah terdampak.
Melalui akun Instagram pribadinya, istri Adam Suseno itu membagikan perasaannya setelah menerima kabar pembatalan tersebut. Padahal, seluruh kebutuhan perjalanan sudah lengkap disiapkan, mulai dari hotel, tiket pesawat, visa, hingga perlengkapan lainnya.
Meski kecewa, Inul memilih menerima keadaan dengan ikhlas dan tetap berprasangka baik. Ia menilai keputusan tersebut sebagai bentuk perlindungan dari Tuhan bagi dirinya dan keluarga.
“Insha Allah plan Umrah aku sekeluarga tertunda atau sementara tidak jadi alias cancel. Saking sayangnya Allah sama aku dan keluarga, untuk tidak jadi berangkat. Uang bisa dicari tapi keselamatan lebih penting,” tulis Inul.
Dalam unggahan yang sama, penyanyi asal Jawa Timur itu juga menyampaikan doa agar situasi segera membaik. Ia percaya penundaan keberangkatan di bulan Ramadan ini adalah bagian dari rencana terbaik.
“Allah masih sayang sama aku dan keluarga. Semoga semua kembali baik, inshaa Allah. Semoga jemaah yang tertinggal di Makkah dan Madinah ataupun yang dalam perjalanan pulang diberi kelancaran dan keselamatan,” tulis Inul di postingan yang sama.
Sementara itu, dampak konflik juga dirasakan ribuan jemaah Indonesia lainnya. Berdasarkan laporan sebelumnya dari Tribunnews.com, sekitar 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi setelah perang pecah sejak Sabtu (28/2/2026).
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, pada Senin (2/3/2026) menjelaskan bahwa situasi perang memaksa sejumlah jalur penerbangan ditutup.
“58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi,” ucap Ichsan.
Kondisi ruang udara yang dinilai berisiko membuat banyak maskapai membatalkan penerbangan. Kementerian Luar Negeri pun mengimbau warga Indonesia yang berencana bepergian melalui atau transit di kawasan Timur Tengah untuk meninjau ulang rencana perjalanan dan menundanya hingga keadaan lebih aman.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI di kawasan terus memantau perkembangan situasi serta melakukan penilaian menyeluruh terkait kondisi keamanan di lapangan dan langkah penanganan yang diperlukan.
Data dari FlightRadar24 menunjukkan penerbangan komersial menuju wilayah Arab Saudi nyaris tidak terlihat. Banyak maskapai memilih mengalihkan rute menjauh dari titik konflik. Bahkan sejumlah negara seperti Irak dan Yordania ikut menutup wilayah udaranya demi alasan keamanan. (*)



















