Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

UMKM Terdesak Barang Impor Murah, Sterilisasi Pasar Domestik Perlu Dilakukan

×

UMKM Terdesak Barang Impor Murah, Sterilisasi Pasar Domestik Perlu Dilakukan

Sebarkan artikel ini
Stagnasi pertumbuhan UMKM bukan lagi soal pembiayaan, melainkan pasar domestik yang dipenuhi barang impor murah dan ilegal. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan bahwa stagnasi pertumbuhan UMKM di Indonesia bukan disebabkan oleh keterbatasan pembiayaan atau produksi, melainkan kondisi pasar domestik yang tidak sehat.

Menurutnya, meski dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pelatihan, dan fasilitas produksi meningkat dalam dua dekade terakhir, UMKM tetap kesulitan berkembang.

HALAL BERKAH

Maman menjelaskan bahwa sejak KUR digulirkan pada 2007, total kredit perbankan mencapai Rp 8.149 triliun.

Dari jumlah tersebut, kredit UMKM sebesar Rp 1.580 triliun atau 19,4 persen, sementara kredit non-UMKM mencapai Rp 6.569 triliun atau 80,6 persen.

Pada 2025, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 270 triliun dengan 4,58 juta debitur, terdiri atas 2,75 juta debitur baru dan 1,54 juta debitur graduasi.

Baca Juga:  Di Tengah Pesatnya Pertumbuhan Pariwisata, Keterlibatan UMKM Harus Ditingkatkan

“Problem hari ini bukan di akses produksi atau pembiayaan. Itu sudah naik, sudah di-support pemerintah, bank, kampus, dan swasta. Tapi kenapa pertumbuhan UMKM masih landai? Karena masalahnya ada di pasar,” ujar Maman dalam temu media di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Maman menyoroti pasar domestik yang disebutnya “kotor”, dipenuhi barang impor murah, termasuk yang masuk secara ilegal.

Fenomena under invoicing memperparah keadaan, ketika data ekspor negara mitra jauh lebih tinggi dibanding catatan impor Indonesia.

“Misalkan impor kita tercatat 100, dari China catatan ekspornya 900. Artinya ada 800 barang yang tidak tercatat, membanjiri pasar kita,” jelasnya.

Situasi ini, menurut Maman, bukan sekadar persoalan pendapatan negara, tetapi sudah menjadi problem sosial.

Baca Juga:  Menteri Koperasi Ferry Juliantono Usul UMKM Produksi Barang KW, Tak Melanggar Hak Paten?

Produk UMKM yang seharusnya menopang ekonomi rakyat justru terdesak oleh banjir barang impor.
Maman menekankan perlunya langkah konkret untuk mensterilisasi pasar domestik agar UMKM dapat bersaing secara sehat.

Sterilisasi pasar menjadi kunci agar UMKM mampu bertahan dan berkembang sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.

“Kita seperti masuk lingkaran setan, saling menyalahkan kementerian atau program KUR. Padahal kuncinya ada di pasar domestik yang harus disterilisasi,” tegasnya. (*)

TEMANISHA.COM
ECONOMY & FINANCE

TOPMEDIA-Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) kembali…