Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ENTREPRENEURSHIP

UMKM Pedesaan vs Perkotaan, Siapa yang Lebih Besar Kontribusinya?

×

UMKM Pedesaan vs Perkotaan, Siapa yang Lebih Besar Kontribusinya?

Sebarkan artikel ini
UMKM di pedesaan lebih banyak menyerap tenaga kerja. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61,07% atau senilai Rp 8.573 triliun.

Dari jumlah tersebut, UMKM di pedesaan dan perkotaan memiliki peran berbeda, baik dari sisi skala usaha, akses pasar, maupun jenis bidang usaha yang digeluti.
Hal ini tentunya dipengaruhi oleh faktor seperti infrastruktur, pangsa pasar, kondisi geografis dan ekonomi wilayah, hingga akses teknologi dan permodalan.
Kontribusi dan Perbandingan Pedesaan vs Perkotaan
Antara UMKM di perkotaan dan pedesaan pastinya berbeda dalam segala hal, inilah beberapa perbandingannya.
UMKM Perkotaan
– Lebih dominan dalam sektor perdagangan, jasa, dan industri kreatif.
– Memiliki akses lebih baik terhadap modal, teknologi, dan pasar digital.
– Kontribusi terhadap PDB lebih besar karena skala usaha relatif lebih tinggi.
UMKM Pedesaan
– Didominasi oleh sektor pertanian, kuliner lokal, kerajinan, dan perdagangan kecil.
– Menyumbang tenaga kerja dalam jumlah besar, terutama di sektor informal.
– Kontribusi terhadap PDB lebih kecil dibandingkan perkotaan, namun berperan vital dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Menurut laporan IMF dan Kemenkop UKM, UMKM secara keseluruhan menyerap 97% tenaga kerja nasional dan mencakup 99% unit bisnis di Indonesia.
Dari angka tersebut, UMKM pedesaan berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dan perdagangan tradisional, sementara UMKM perkotaan lebih unggul dalam nilai tambah ekonomi.
Untuk UMKM di pedesaan didominasi sektor pertanian, peternakan, kuliner tradisional, kerajinan tangan, perdagangan kecil.
Sedangkan di perkotaan didominasi perdagangan modern, jasa keuangan, industri kreatif, kuliner modern, teknologi digital.
Prospek Perkembangan UMKM Pedesaan
Prospek UMKM pedesaan cukup menjanjikan dengan dukungan pemerintah melalui program pembiayaan, pelatihan, dan digitalisasi.
Transformasi digital membuka peluang bagi UMKM pedesaan untuk menjangkau pasar lebih luas melalui e-commerce dan media sosial.
Ketua Dewan Pembina BACenter, lembaga kajian independen yang fokus pada penguatan sektor koperasi dan UMKM, Burhanuddin Abdullah, menegaskan pentingnya perhatian terhadap UMKM pedesaan.
“Sektor UMKM memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja. Keberadaan UMKM layak diperhatikan agar lebih inklusif dan kompetitif,” ujarnya.
UMKM pedesaan dan perkotaan sama-sama menjadi pilar ekonomi Indonesia, dengan kontribusi berbeda sesuai karakteristik wilayah.
UMKM perkotaan unggul dalam nilai tambah ekonomi, sementara UMKM pedesaan berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan.
Dengan dukungan kebijakan, digitalisasi, dan akses pembiayaan, UMKM pedesaan memiliki prospek berkembang pesat dan mampu memperkuat ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)

TEMANISHA.COM
Baca Juga:  Cegah Impor Barang Bekas, Ini yang Dilakukan Pemerintah