Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas, Penjualan Naik 7,83 Persen

×

Triwulan IV 2025, Harga Properti Residensial Tumbuh Terbatas, Penjualan Naik 7,83 Persen

Sebarkan artikel ini
Penjualan rumah di triwulan IV 2025 meningkat 7,83 persen, mayoritas pembelian melalui KPR. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Berdasarkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa harga properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2025 mengalami pertumbuhan terbatas.

Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tercatat tumbuh sebesar 0,83 persen (year on year/yoy), relatif stabil dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 0,84 persen (yoy).
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar properti masih bergerak, namun belum mengalami percepatan signifikan.

HALAL BERKAH

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa perkembangan harga dipengaruhi oleh variasi di tiap segmen rumah.

“Harga rumah tipe menengah mencatatkan indeks sebesar 113,57, tumbuh 1,12 persen (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,18 persen. Sementara harga rumah tipe kecil justru tumbuh lebih tinggi, mencapai 0,76 persen (yoy), dan rumah tipe besar stabil di 0,72 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga:  Menteri UMKM Minta Pelaku Usaha Wajib Terima Tunai Meski Sudah Gunakan QRIS

Survei BI juga menunjukkan bahwa penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif.

Penjualan rumah tipe kecil dan menengah meningkat, sementara penjualan rumah tipe besar masih terkontraksi.

Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial naik signifikan sebesar 7,83 persen (yoy), berbalik arah dari triwulan sebelumnya yang justru terkontraksi 1,29 persen (yoy).

Ramdan menambahkan, dari sisi pembiayaan, mayoritas pengembang masih mengandalkan dana internal sebagai sumber utama pendanaan pembangunan properti residensial, dengan pangsa mencapai 80,14 persen.

“Sedangkan dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah dilakukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,88 persen dari total pembelian,” jelasnya.
BI menilai stabilitas harga properti residensial di pasar primer menunjukkan adanya keseimbangan antara permintaan dan pasokan, meski pertumbuhan masih terbatas.

Baca Juga:  Pasar Saham Bergejolak, Iman Rachman Mundur dari Direktur Utama BEI

Segmen rumah kecil dan menengah menjadi pendorong utama penjualan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan menengah.

Dengan kondisi tersebut, BI menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasar properti melalui kebijakan makroprudensial yang mendukung sektor perumahan.

“Kami akan terus memantau perkembangan harga dan penjualan properti residensial, serta memastikan pembiayaan tetap sehat agar pasar properti dapat tumbuh berkelanjutan,” pungkas Ramdan. (*)

TEMANISHA.COM