Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Tolak Ajakan Makan Malam Kantor, Seorang Karyawan di China Di-PHK

×

Tolak Ajakan Makan Malam Kantor, Seorang Karyawan di China Di-PHK

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi makan malam perusahaan. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Jika biasanya pemecatan karyawan dilakukan karena karyawan tersebut melakukan kesalahan atau kondisi keuangan perusahaan yang memaksa untuk mengurangi karyawan,  di China, seorang karyawan dipecat setelah menolak ajakan tampil di acara makan malam tahunan kantor.

Oleh karenanya, pengadilan di sana menyatakan itu adalah PHK ilegal, dan perusahaan wajib membayar kompensasi.

HALAL BERKAH

Meski secara kemasan acara makan malam tahunan perusahaan kerap disebut sebagai ajang hiburan sekaligus kebersamaan. Namun di balik suasana santai, tak jarang muncul tekanan tak tertulis bagi karyawan.

Hal itu dialami karyawan di Shenzhen, China, yang diduga dipecat setelah menolak permintaan manajernya untuk tampil di atas panggung. Kasus ini dilaporkan oleh Sina News dan kemudian disorot oleh The Paper CN.

Baca Juga:  Bentuk Diplomasi, Presiden Prabowo Beri Hadiah untuk Anjing Peliharaan PM Australia

Seorang karyawan yang disebut dengan nama samaran Xiao Ming diminta menampilkan sketsa komedi dalam acara makan malam tahunan perusahaan yang digelar pada hari Sabtu.

Menurut laporan Federasi Serikat Pekerja Kota Shenzhen, manajemen sebelumnya menyebut acara tersebut bersifat tidak wajib, lapor Weird Kaya.

Kendati demikian, Xiao Ming tetap diminta tampil menghibur tamu dan rekan kerja. Ia menolak permintaan itu dengan alasan beban kerja tinggi dan tenggat waktu pekerjaan yang ketat.

Rupanya penolakan tersebut memicu konflik dengan atasannya, yang menilai Xiao Ming bersikap tidak sopan.

“Acara ini katanya tidak wajib, dan tampil di panggung bukan bagian dari pekerjaan saya,” ujar Xiao Ming dalam pengaduannya.

Baca Juga:  Tekan Gelombang PHK, Pemerintah Lakukan Deregulasi Kebijakan untuk Industri

Esoknya, surat pemutusan hubungan kerja keluar untuk Xiao Ming. Kemudian Pihak perusahaan berdalih Xiao Ming tidak mematuhi instruksi, absen tanpa izin, serta melanggar aturan internal sehingga layak diberhentikan secara langsung.

Merasa dirugikan sepihak, Xiao Ming menggugat keputusan tersebut melalui jalur hukum ketenagakerjaan. Xiao menegaskan bahwa dirinya dipecat hanya karena menolak ikut kegiatan yang tidak termasuk tugas resmi.

Tak main-main, perkara ini bergulir hingga melalui proses arbitrase, sidang tingkat pertama, dan akhirnya diselesaikan lewat sidang lanjutan serta mediasi.

Dan, Pengadilan memutuskan bahwa perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja secara ilegal. “Pengadilan menyatakan kontrak kerja diakhiri secara tidak sah,” bunyi putusan tersebut.

Baca Juga:  Kasus Ashanty vs Mantan Karyawan: Ini Pasal-Pasal yang Bisa Menjerat Pelaku

Perusahaan pun diwajibkan membayar kompensasi kepada Xiao Ming dalam bentuk uang tunai. Hal ini kemudian ditanggapi serikat pekerja di Shenzhen yang menjelaskan bahwa acara makan atau jamuan kantor tidak selalu benar-benar opsional.

Jika kehadiran atau partisipasi dikaitkan dengan penilaian kinerja, absensi, atau penghargaan, maka acara tersebut bisa dianggap wajib.

“Dalam kondisi seperti itu, karyawan tidak boleh dikenai sanksi karena tidak hadir atau tidak berpartisipasi,” jelas perwakilan serikat pekerja. (*)

TEMANISHA.COM