Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

TKA 2026 di Surabaya Digelar Bertahap Berbasis Komputer, Bukan Penentu Kelulusan

×

TKA 2026 di Surabaya Digelar Bertahap Berbasis Komputer, Bukan Penentu Kelulusan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota (Pemerintah Kota Surabaya) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP dilakukan berbasis komputer dengan sistem bertahap.
toplegal

TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemerintah Kota Surabaya) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP dilakukan berbasis komputer dengan sistem bertahap.

Skema ini disusun untuk menyesuaikan jumlah perangkat di sekolah sekaligus menjamin pelaksanaan yang adil, transparan, dan akurat.

HALAL BERKAH

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menjelaskan bahwa TKA merupakan program dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang bertujuan mengukur capaian akademik siswa secara menyeluruh.

Menurut Febrina, TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. Ujian ini berfungsi sebagai alat evaluasi untuk mengetahui kemampuan akademik peserta didik secara lebih komprehensif.

Pelaksanaan TKA tidak lagi dilakukan serentak dalam satu hari seperti ujian konvensional. Ujian akan dibagi dalam beberapa gelombang dan sesi, menyesuaikan jumlah komputer yang tersedia di masing-masing sekolah.

Dalam satu sesi, komputer digunakan secara bergantian oleh beberapa siswa, dan setiap sesi memiliki paket soal yang berbeda untuk menjaga keadilan.

Baca Juga:  Surabaya Dorong Wajib Belajar 13 Tahun, Fokus pada Pendidikan Pra-Sekolah Anak Usia Dini

Pelaksanaan TKA di Surabaya akan melibatkan puluhan ribu siswa. Pada jenjang SD, terdapat 642 satuan pendidikan dengan total 35.602 peserta, yang terdiri dari 20.849 siswa sekolah negeri dan 14.753 siswa sekolah swasta.

Sementara pada jenjang SMP, tercatat 321 satuan pendidikan dengan jumlah 34.381 peserta, meliputi 16.908 siswa sekolah negeri dan 17.473 siswa sekolah swasta.

Dalam pelaksanaannya, TKA menggunakan beberapa metode, mulai dari sistem full online hingga semi online. Sistem semi online dilengkapi token online maupun offline guna mengantisipasi kendala jaringan internet. Selain itu, siswa dengan disabilitas netra difasilitasi menggunakan teknologi screen reader sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif.

Dari sisi materi, TKA berfokus pada penguatan literasi dan numerasi. Mata pelajaran yang diujikan hanya mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia. Namun, soal dirancang berbasis penalaran dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan.

Baca Juga:  Pendaftaran Paskibraka Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Pelajar Kelas X Siap Berkompetisi

Pelaksanaan TKA jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sedangkan jenjang SD akan digelar pada 20 hingga 30 April 2026. Setiap sesi ujian mencakup latihan, ujian utama, serta survei karakter.

Sebelumnya, sejumlah tahapan telah dilakukan, mulai dari pendaftaran pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026, simulasi pada Februari hingga awal Maret, serta gladi pelaksanaan pada pertengahan Maret.

Di tingkat sekolah, persiapan juga diperkuat melalui pelaksanaan try out secara berkala yang disertai analisis hasil.

Pemkot Surabaya turut memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti perangkat komputer, jaringan internet, dan pasokan listrik. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi, penyedia layanan telekomunikasi, serta PLN, untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar.

Selain itu, sistem pengawasan juga diperketat melalui mekanisme pengawas silang antar sekolah serta pemantauan terpusat.

Baca Juga:  Ini 5 Penyebab Laptop Suka Mati Sendiri, Ternyata Sepele

Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan TKA.

Meskipun tidak bersifat wajib, Dinas Pendidikan Surabaya tetap mendorong siswa untuk mengikuti TKA sebagai sarana evaluasi diri. Hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Aspek psikologis siswa juga menjadi perhatian utama. Sekolah diminta menciptakan suasana belajar yang nyaman agar pelaksanaan TKA tidak menimbulkan tekanan bagi peserta didik.

Ke depan, TKA diharapkan tidak hanya menjadi alat evaluasi kemampuan siswa, tetapi juga menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas sistem pembelajaran secara menyeluruh.

Dengan pendekatan berbasis analitik dan logika, hasil TKA diyakini mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kualitas pendidikan serta menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

 

TEMANISHA.COM